Pasca Putus Kontrak, Proyek Puskesmas Ropang Mulai Diselidiki Polisi

oleh -48 views
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Faisal Afrihadi SH

SUMBAWA BESAR, SR (25/2/2020)

Proyek pembangunan Puskesmas Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa terus menuai masalah. Mulai dari penolakan sekelompok warga, isu menjual paket proyek, hingga terhentinya pekerjaan. Dalam proses pengerjaannya pun juga terus mengalami deviasi, sehingga pelaksana lapangan dipecat. Selain itu TP4D Sumbawa mencabut pendampingannya. Proyek ini juga belum selesai sampai berakhirnya masa kontrak. Tim Gabungan Komisi DPRD Sumbawa juga sudah turun ke lokasi untuk memastikan progress pembangunan sarana kesehatan masyarakat tersebut. Melihat fakta lapangan para wakil rakyat itu pesimis proyek itu bisa dituntaskan. Kendati demikian kontraktor masih meyakini mampu menyelesaikannya sehingga meminta perpanjangan waktu. Perpanjangan waktu yang diberikan PPK selama 50 hari, ternyata tak bisa dimanfaatkan dengan baik. Hingga kini proyek itu belum juga kelar. PPK pun mengambil tindakan, melakukan pemutusan kontrak.

Pemutusan kontrak dengan CV Jumindo Indah Perkasa selaku kontraktor pelaksana ini diakui Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Usman Yusuf SE., ME, belum lama ini. Pemutusan kontak tersebut ungkapnya, setelah kontraktor pelaksana tidak bisa menuntaskan pekerjaan meski telah diberikan perpanjangan waktu selama 50 hari. Selanjutnya akan ada audit PPK dan surat permohonan ke BPKAD Sumbawa.

Sementara itu pasca pemutusan kontrak, pihak Polres Sumbawa langsung bergerak melakukan penyelidikan. Sebenarnya penyelidikan ini sudah lama dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait proyek tersebut. Namun tanpa alasan yang jelas, oknum masyarakat itu mencabut laporannya. Meski demikian, pihak kepolisian sudah memiliki data yang cukup untuk menindaklanjuti persoalan proyek itu dengan menggunakan laporan informasi. “Kami sudah perintahkan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk melakukan penyelidikan,” kata Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH, Senin (24/2/2020).

Baca Juga  Kades Tengah Utan Terancam Dinonaktifkan

Kasat Faisal mengaku belum bisa membeberkan indikasi penyimpangan dan data-data yang telah dikantongi. Karena masih ada beberapa yang harus dilengkapi. Namun yang jelas penyelidikan ini akan diawali dengan pemanggilan sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangannya. (JEN/SR)

iklan bapenda