Home / Politik / Kekurangan Kursi, Pasangan Calon dari Parpol Bisa Gunakan Cara Ini

Kekurangan Kursi, Pasangan Calon dari Parpol Bisa Gunakan Cara Ini

SUMBAWA BESAR, SR (25/2/2020)

Hingga kini belum ada pasangan calon resmi yang diusung gabungan partai politik untuk kontestasi Pilkada Sumbawa, September 2020 mendatang. Sejumlah partai yang memiliki kursi di DPRD Sumbawa terus melakukan lobi-lobi politik untuk bisa berkoalisi mengusung pasangan calon. Demikian dengan sejumlah figur intensif bergerilya untuk memastikan pasangannya sekaligus mencari ‘tiket’ untuk bisa diusung. Santer yang hampir pasti berpasangan untuk jalur parpol adalah Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd (Mo—Novi) yang kemungkinan diusung PDIP, PKS, PKB, dan Nasdem. Kemudian Ir. H. Syarafuddin Jarot MP—Ir. H. Mokhlis M.Si (Jarot—Mokhlis) yang kemungkinan diusung Gerindra dan PAN. Sementara figure lainnya seperti H Husni Djibril B.Sc (incumbent), H. Nurdin Ranggabarani SH MH, Dr. Andy Tirta M.Sc, Lalu Hermawansyah SE, Dr. Drs. A. Rachman Alamudy SH M.Si, Syukri Rahmat S.Ag, Miftahul Arzak S.Kom., MA, dan H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH, hingga kini masih melakukan penjajakan. Untuk dapat mengusung pasangan melalui jalur partai politik, minimal harus memiliki 20 persen dari jumlah kursi di DPRD. Artinya minimal mengantongi 9 kursi. Namun jika jumlah kursi belum memenuhi syarat minimal, pasangan calon dari Parpol dapat menggunakan cara lain.

Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, M. Wildan M.Pd, ada dua syarat pasangan bakal calon dari gabungan partai politik untuk ditetapkan sebagai calon pasangan yang akan bertarung pada Pilkada Sumbawa mendatang. Sebagaimana lazimnya adalah 20 persen dari total kursi DPRD Sumbawa. “Karena totalnya ada 45 kursi, berarti 20 persennya adalah 9 kursi,” kata Wildan.

Jika gabungan parpol belum bisa mencapai syarat minimal jumlah kursi, lanjut Wildan, masih ada syarat lainnya. Gabungan parpol itu dapat menggunakan suara sah hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 tingkat Kabupaten Sumbawa. Suara sah dimaksud harus mencapai 25 persen dari total suara sah pemilih.

Untuk diketahui, suara sah Pileg Kabupaten Tahun 2019 mencapai 268.189. Berarti 25 persen dari total suara sah ini adalah 67.048. “Meski gabungan parpol itu memiliki 8 kursi di bawah syarat minimal jumlah kursi, bisa menggunakan suara sahnya asalkan mencapai minimal 67.048,” jelasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Tim Kerja Pimpinan DPD RI Resmi Tolak RUU HIP

JAKARTA, samawarea.com (6/7/2020) Tim Kerja Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia resmi mengeluarkan rekomendasi dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *