Blok B dan C Pasar Seketeng Tuntas dan Megah, April 2020 Lanjut Blok A

oleh -44 views

SUMBAWA BESAR, SR (24/2/2020)

Dua blok pembangunan Pasar Seketeng telah tuntas dikerjakan PT Citra Persada KSO. Dengan anggaran senilai Rp 78 miliar, kondisi fisik bangunan berlantai dua ini terlihat cukup luas dan megah. Lapak berjejer rapi, dan kios-kios yang akan ditempati para pedagang cukup apik. Berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan. Pasar Seketeng mirip-mirip dengan Pasar Senen Jakarta. Ini terlihat ketika Sekda Sumbawa Drs. H. Hasan Basri MM yang didampingi Kepala Bapenda, Kabag Humas dan Protokol, Arif Alamsyah STP dan Kabid Pasar Syirajuddin, berkunjung ke pasar tersebut, Senin (24/2/2020) sore.

DPRD

Sekda Sumbawa yang ditemui di lokasi mengakui tuntasnya pembangunan Blok B dan C. Untuk pembangunan Blok A, akan dilaksanakan sekitar April 2020. Dokumen untuk tender pun sudah masuk di ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan tinggal menunggu pemenang yang diperkirakan Maret atau April 2020. “Semoga proses ini lancar, sehingga pengerjaan Blok A senilai Rp 23 Miliar tuntas dalam waktu 6 bulan. Agar pada tahun ini kita targetkan para pedagang yang berjumlah 2.700 orang, dipindahkan dari Kerato ke Seketeng,” ungkap Sekda.

Sekda mengaku kagum dengan hasil pengerjaan pasar tersebut, cukup bagus dan layak. Keadaan fisik membuat Pasar Seketeng tidak hanya sebagai pusat perekonomian tempat penjual dan pembeli bertransaksi, tapi juga menjadi destinasi wisata. “Dari sisi arsitekturnya cukup indah, beberapa fasilitas yang ada cukup mendukung. Jadi bisa menjadi tempat wisata,” ujarnya.

Baca Juga  Tim BPKP Tuntaskan Audit Investigasi Kredit Macet Bank NTB

Kesan kesemrawutan pasar, sambung Sekda, dipastikan tidak akan terjadi. Untuk menghindari kesemrawutan, para pedagang akan ditempatkan sesuai peruntukannya. Pedagang pakaian dijadikan satu lokasi, demikian pedagang ikan, sayur, buah, dan lainnya. Kebersihan harus dijaga karena bak sampah termasuk IPAL pengelola air limbah akan tersedia. Karenanya akan ada tim yang mengatur penempatan mereka. “Fasilitas-fasilitas selain kios dan lapak juga disiapkan kamar mandi, air bersihnya, saluran air kotor diolah di IPAL. Sistemnya pakai sistem Aerob. Jadi semua limbah dalam kolam penampungan diolah dalam tangki dengan sistem bakteri. Sehingga nanti hasilnya, air yang keluar sudah bersih dan sudah bisa diterima lingkungan. Artinya masuk dalam ambang batas toleransi. Bisa untuk cuci piring,” timpal Kepala Bapenda Sumbawa, Jannatulfala.

Kapasitas Parkir 1.500 Motor, 500 Mobil

Kemudian ungkap Bu Janna–akrab Ia disapa, disiapkan juga sumberdaya listrik, Hydran, tempat bongkar muat barang dan lahan parkir yang bisa menampung 1.500 kendaraan roda dua dan 500-an roda. Karena bisa menggunakan semua sisi dari pasar untuk perparkiran. “Rekomendasi dari Andal Lalin ini yang kita gunakan untuk menata pengaturan lalulintas dan parkir. Ini sudah dianalisa, diteliti bagaimana pola pengelolaannya,” ujar Bu Janna.

Pintu masuk pasar pun bisa diakses dari empat sisi, yaitu utara, selatan, timur dan barat. Dengan demikian tidak ada lagi pedagang yang merasa di bagian belakang, karena semua merasa berada di depan. (SR)

DPRD DPRD