Mulai Bermain Paten, LPPM UTS Gelar Workshop Hadirkan Ahli Bidang HKI

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/2/2020)

Paten merupakan salah satu bentuk luaran dari kegiatan tridarma yang sering luput dari perhatian para akademisi. Padahal paten ini memiliki nilai kredit yang tinggi. Namun, kealpaan ini sebenarnya hanya karena para akademisi belum mengetahui strategi mencapainya. Karenanya, LPPM Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mencoba untuk menjembatani ketidaktahuan ini dengan menghadirkan pemateri yang memang ahlinya di bidang pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yaitu Prof. I Made Sudantha, Ketua Sentra HKI Universitas Mataram.

Dalam kegiatan workshop yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Februari 2020 di Sumbawa Grand Hotel, turut hadir Rektor UTS, Dr. Chairul Hudaya yang sekaligus memberikan sambutan untuk memotivasi para dosen dalam menelurkan HKI dari luaran tridarmanya.

Bang Irul—sapaan Rektor muda ini, menjelaskan bahwa paten itu penting sekali untuk akselerasi karir dosen. Mungkin dalam waktu yang tidak lama, jika banyak paten yang dihasilkan maka akan cepat menembus ke jenjang lektor, lektor kepala, bahkan guru besar. Tapi syaratnya satu, harus sekolah lagi untuk jenjang S3-nya dan ini mutlak adanya. Pria yang memiliki 7 paten ini menyatakan kampus siap mendukung dan membantu proses ajuan HKI dosen. Tentu saja para dosen yang ikut dalam kegiatan semakin bersemangat untuk mendengarkan materi tentang HKI yang sebenarnya bukanlah hal baru dalam dunia akademisi.

Workshop yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 Wita ini terbagi dalam dua sesi materi. Yaitu sesi materi drafting paten berikut dengan pengenalan mengenai jenis-jenis HKI serta strateginya, dan sesi strategi proposal yang berpotensi lolos review. Narasumber workshop yang juga merupakan seorang reviewer nasional ini, menjabarkan secara rinci tentang apa saja yang bisa diajukan sebagai HKI, strateginya, langkah drafting dan mengapa proposal riset banyak yang tidak lolos. “Paten itu sederhana saja, bapak ibu yang punya produk, video, metode, buku, paper bahkan poster sekalipun semuanya bisa diajukan patennya. Tetapi syaratnya satu, jangan dulu dipublikasikan karya karya tersebut, agar ajuannya bisa lolos,” pungkas Prof Made yang telah mengoleksi sebanyak 5 paten itu.

Baca Juga  Gubernur Ajak Wartawan Sampaikan Informasi Positif di Tengah Pandemi

Informasi yang disampaikan pemateri ini membuka wawasan 50 dosen yang hadir dalam workshop. Sebab selama ini belum pernah terlintas untuk menjadikan luaran-luaran tridarma tadi sebagai bahan paten. Selama ini dosen hanya terpaku pada publikasi artikel ilmiah sebagai luaran. “Ilmu seperti inilah yang penting untuk kami hadirkan ke Sumbawa ini, khususnya lagi ke UTS,” jelas Ketua LPPM UTS, Khotibul Umam.

Menurut Umam-sapaannya, mengajukan paten itu simpel saja, asalkan memahami strateginya. “Sehingga kamik berkomitmen untuk membentuk sentra HKI di UTS sembari belajar pelan-pelan dengan dibimbing Prof Made dari sentra HKI Unram,” ujar Umam yang juga sudah mendapatkan nomor ajuan paten sederhananya di akhir tahun 2019 lalu.

Tentunya melalui workshop tersebut, Ia berharap UTS akan terakselerasi melalui performa dosen dosen yang aktif dalam kegiatn tridarma dan luarannya, salah satunya dengan ajuan paten. Sehingga realisasi jargon UTS di periode 2020-2024 dengan “Membumi dan Mendunia”, sangat bisa diraih yakni dengan membumikan hasil tridarma ke masyarakat dan menduniakan nama universitasnya melalui luaran-luaran yang dihasilkan para dosen baik berupa artikel, prosiding, buku dan paten paten yang didaftarkan. (SR)

DPRD DPRD