KSB Kabupaten Pertama Serahkan LKPD ke BPK NTB

oleh -0 views

SUMBAWA BARAT, SR (20/2/2020)

Laporan keuangan daerah Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat di bawah pimpinan Dr. Ir. HW. Musyfirin MM dan Fud Syaifuddin ST sangat memuaskan. Pasalnya selama tiga tahun kepemimpinannya, KSB selalu mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK NTB. Pada tahun ini (2020) KSB bahkan menjadi daerah pertama di NTB yang menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2019.

Penyerahan dipimpin oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST didampingi Wakil Ketua DPRD Meliza Jawas S.Sos.I., MM, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Nurdin Rahman SE, dan Inspektur Inspektorat I Made Budi Artha S.Sos MM, yang diterima langsung Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB di Kantor BPK RI Perwakilan NTB Mataram.

Dalam penyerahan LKPD, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin ST menyampaikan rasa syukur karena telah berupaya maksimal dalam menyelesaikan Laporan Keuangan tahun 2019 untuk diaudit oleh BPK. KSB menjadi kabupaten pertama yang menyerahkan LKPD tahun anggaran 2019 pada Tahun 2020 ini. Ia juga berharap cepatnya penyusunan laporan ini bisa berisi dan sistematis sesuai dengan penilaian BPK. “Sebagai pemerintah, kami telah melakukan yang terbaik sebagai bentuk komitmen kami. Kami serahkan laporan ini, dan kami berharap BPK bisa mengaudit laporan ini dengan baik berdasarkan hasil terjun ke lapangan,” harapnya.

Baca Juga  Wagub NTB: Kondusifitas Meningkat, Konflik Sosial di NTB Turun Signifikan

Pihaknya menyatakan telah siap menerima hasil audit BPK terhadap penerapan APBD 2019, untuk dijadikan acuan dalam pelaksaan APBD 2020 ini agar bisa lebih baik lagi. “Kami sangat sadar hanya manusia biasa yang penuh dengan kekurangan, sehingga kami sangat butuh masukan dan saran semua pihak dalam pelaksanaan APBD 2020 termasuk penilaian BPK agar kami bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Wabup menyampaikan terima kasih kepada jajarannya yang telah bekerja ikhlas, dan bersungguh-sungguh dalam melayani masyarakat. Khususnya kepada Kepala BPKAD dan Inspektorat,  ia mendorong untuk terus belajar dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang sudah diperoleh selama ini. Apapun masukan yang diberikan BPK nantinya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Sesungguhnya laporan yang sesungguhnya adalah laporan kepada masyarakat dengan memperlihatkan pelayanan kita yang terbaik agar masyarakat merasa aman nyaman dan puas,” imbuhnya.

BPK telah memberikan KSB predikat WTP selama tiga kali berturut-turut. Karenanya predikat ini harus dipertahankan dengan melakukan yang terbaik. “Saya sangat bangga terhadap seluruh aparatur yang telah kerja IJS sehingga kita bisa melangkah sampai saat ini ke arah lebih baik,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

iklan bapenda