RSUD Sumbawa Satu-satunya di Pulau Sumbawa yang Berhak MCU CTKI 

oleh -5 views
dr. Dede Hasan Basri, Direktur RSUD Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (17/2/2020)

Job order untuk negara tujuan ke Arab Saudi sudah dibuka. Kebutuhannya cukup besar sekitar 3000 orang. Karenanya sejumlah PJTKI di Kabupaten Sumbawa tengah bersiap-siap meraih peluang tersebut. Bahkan PJTKI yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Sumbawa, akan menggelar Job Fair bekerjasama dengan PT BUMI dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa. Namun yang menjadi perhatian bahwa Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang kini disebut PMI (Pekerja Migran Indonesia) hasil rekrutan Job Fair nanti medical check-upnya (MCU) di sebuah klinik di Mataram. Sebagaimana diungkapkan Burhanuddin—Ketua APJATI Sumbawa saat menggelar jumpa pers di Kantor Disnakertrans Sumbawa, Jumat (13/2) lalu. Menurut Burhanuddin, klinik itulah yang ditunjuk oleh penyedia maupun pengguna calon tenaga kerja dimaksud.

Terhadap hal ini, Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri, angka bicara. Menurut dr Dede, akrab ia disapa, semua CTKI yang direkrut di wilayah Pulau Sumbawa, melakukan MCU di RSUD Sumbawa. Jika MCU itu dilakukan di rumah sakit lain di Pulau Sumbawa, apalagi di klinik, dapat dipastikan ilegal. Kecuali klinik atau rumah sakit lain dimaksud ditunjuk oleh Menteri Kesehatan sebagai sarana kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan CTKI.

Ditegaskan dr. Dede, penetapan RSUD Sumbawa sebagai sarana kesehatan pemeriksa kesehatan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) ini, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK. 02.02/I/0740/2018 tertanggal 5 Februari 2018. Keputusan Menteri Kesehatan yang ditandatangani Dirjen Pelayanan Kesehatan, Bambang Wibowo ini menilai RSUD Sumbawa memenuhi syarat sebagai sarana kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan CTKI, dan berlaku selama tiga tahun terhitung mulai 5 Februari 2018 hingga 5 Februari 2021. Dikatakan dr. Dede, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan CTKI ini sudah berjalan selama 2 tahun. Dan setiap tahunnya dilakukan pemeriksaan oleh tim baik dari Menteri Kesehatan maupun BNP2TKI.

Baca Juga  UTS Segera Miliki Fakultas Kedokteran

Lebih jauh dijelaskan dr. Dede, dalam mendukung pemeriksaan kesehatan CTKI ini, RSUD Sumbawa telah menyediakan poli khusus dan fasilitas lainnya seperti laboratorium. Selain itu menyiapkan dokter spesialis mulai dari jantung, paru, THT, Jiwa dan lainnya. Selama ini untuk CTKI tidak ada pemeriksaan jiwa, namun kali ini ia ingin mengusulkan itu perlu dilakukan. “Sekarang kita mau usul, jangan sampai yang dikirim bekerja keluar negeri mengalami gangguan jiwa karena ini akan menjadi pemicu munculnya persoalan di negara penempatan. Lagipula RSUD Sumbawa satu-satunya rumah sakit di Pulau Sumbawa yang memiliki dokter spesialis jiwa,” ungkapnya.

Karenanya dr. Dede merasa sangat aneh jika pemeriksaan kesehatan atau medical check-up untuk CTKI, tidak menggunakan RSUD Sumbawa. “Sekali lagi saya katakan, jika menggunakan klinik apalagi bukan ditunjuk Kemenkes, dapat dipastikan itu ilegal,” tegasnya. (JEN/SR)

DPRD DPRD