Tingkatkan Soliditas dan Sinergitas, TNI-Polri Gelar Olahraga Bersama

oleh -0 views

MATARAM, SR (15/2/2020)

TNI—Polri menggelar olahraga bersama, Jumat (14/2/2020). Kegiatan yang dihadiri Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir M.Si, Kepala BNN, Wakapolda, Irwasda, Danrem 162/WB, Danlanud, Danlanal, PJU Polda NTB, Kapolres, Dandim se-jajaran Pulau lombok ini dalam rangka meningkatkan soliditas dan sinergitas TNI- Polri. Diawali dengan jalan santai yang mengambil start dari Mapolda NTB menuju Satuan Brimob Polda NTB. Dilanjutkan dengan senam bersama lalu menembak, sepak taqraw, bola Bassket dan memancing, sesuai hobby masing-masing.

DPRD

Kapolda NTB dalam sambutannya mengatakan bahwa TNI-Polri merupakan salah satu agenda utama yang dibahas dalam Rapim TNI-Polri yang diselenggarakan pada tanggal 27 Januari 2020 di Mabes TNI Cilangkap, yaitu terkait sinergitas dua institusi ini dalam mengamankan Pilkada serentak 2020 serta mengawal pembamgunan nasional menuju Indonesia maju. “Patut kita syukuri bahwa sampai saat ini TNI-Polri merupakan lembaga yang tetap eksis dan konsisten menunjukkan kesetiaan dan loyalitasnya kepada rakyat dan pemerintah serta TNI-Polri masih dipercaya penuh sebagai pilar bangsa dan Negara Republik Indonesia tercinta ini, sehingga melalui acara ini yang penuh keakraban,” kata Kapolda.

Selaku  Kapolda NTB ia memberikan beberapa arahan yang perlu diperhatikan. Yaitu menjalin hubungan yang erat guna membangun suasana nyaman, aman dan damai di masyarakat. Hindari gesekan antara prajurit TNI-Polri dimana saja berada yang dapat menurunkan atau mencoreng citra institusi yang dibanggakan. Kendalikan anggota agar tidak menjadi pemicu terjadinya konflik, mengawasi keluarga menggunakan medsos agar tidak menjadi polemik yang viral di masyarakat. Tingkatkan terus kondusifitas kamtibmas di wilayah NTB jelang pilkada, jaga netralitas dalam pilkada, tugas utama TNI-Polri adalah mengamankan pelaksanaan pilkada serentak. Dan yang perlu diwaspadai jelang pemilu kerap muncul politik identitas, media sosial yang memicu kerusuhan serta titik rawan konflik harus diantisipasi dangan baik. “Kesiapan prajurit, anggaran, sarana, prasarana, alut-alsus guna penanganan bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi di wilayah kita seperti gempa bumi, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan termasuk mengamankan eksploitasi sumber daya alam berlebihan tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujarnya mengingatkan. (SR)

DPRD DPRD
Baca Juga  Curi Jagung 2 Ton, 7 Pekerja Ditangkap