Empat Bakal Calon Kades Penyaring Minta Pilkades Ditunda

oleh -21 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/2/2020)

Empat Bakal Calon (Balon) Kepala Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara mendesak panitia dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa menunda Pemilihan Kepala Desa Penyaring yang akan dilaksanakan pada 4 Maret 2020 mendatang. Para Cakades ini adalah Hermansyah, Agus Salim, Irwandi dan Masharuddin. Dalam pertemuan di kediaman Hermansyah, mereka menilai proses Pilkades Penyaring tercederai dengan tidak netralnya panitia dan pengawas Pilkades di desa setempat. “Panitia dan pengawas tidak netral. Selain itu ketidakjelian panitia dan pengawas dalam melakukan pemeriksaan berkas terhadap tiga bakal calon kades lainnya yaitu Abdul Wahab, Syahruddin dan Basri,” beber Hermansyah kepada sejumlah media, Rabu (12/2/2020).

Sejauh ini ungkap Herman, ketiga bakal calon selain mereka hingga kini belum mengajukan pengunduran diri di instansi terkait. Padahal secara aturan ketiganya harus mengundurkan diri. “Kami juga minta panitia dan DPMPD bisa mengecek persyaratan ketiga calon itu. Jika lolos ini akan mencederai proses demokrasi,” tukasnya.

Selain mendesak Pilkades ditunda, Herman juga meminta agar ketiga bakal calon itu didiskualifikasi, mengingat ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi. “Kami minta panitia dan pengawas Pilkades menunda pelaksanaan Pilkades karena kami khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi panitia dan pengawas terindikasi tidak netral. Karena panitia mendatangi bakal calon tertentu saja, ini kan tidak benar,” timpal Agus Salim—bakal calon kades lainnya.

Baca Juga  Nurdin Raba Siap Bertarung Lagi di Pilkada NTB

Agus menambahkan sebenarnya aturan sudah jelas jika ingin mencalonkan menjadi kades maka ASN bersangkutan mendapat izin dari Bupati. Demikian juga pegawai honorer harus mendapat izin dari pimpinannya. “Tapi tiga bakal calon kades yang kami sebutkan itu sejauh ini belum pernah memberikan surat izin kepada panitia pilkades. Dan kami sudah cek itu di dinas maupun panitia. Dan mereka tidak melengkapi surat pengunduran diri atau izin dari pimpinan mereka. Dan sebaiknya Pilkades Desa Penyaring ditunda,” tegasnya lagi.

Hal senada dikatakan Masharuddin yang meminta pelaksanaan Pilkades Penyaring ditunda. “Jujur saya baru tahu kalau seperti ini. Pantas panitia setiap saya tanya tentang ketiga bakal calon kades itu selalu berkelit, hanya menjawab nanti saya kasih tau,” ujar Mashar sambil menirukan kata Ketua Panitia Pilkades Penyaring, Jamaluddin.

Masyarakat harus mengetahui tentang hal tersebut, sehingga ikut dalam melakukan pengawasan. “Biarkan masyarakat tahu. Dan ini harus kita buka ke publik bahwa Pilkades Penyaring sedang ada masalah,” cetus Mashar.

Seharusnya sambung Irwandi, ini tidak terjadi. Dalam Pilkades Penyaring semuanya berkepentingan. Yang menjadi pertanyaan, ketika muncul masalah ini, ketiga bakal calon kades baru melengkapi berkasnya dan ditolerir oleh panitia. Jika Pilkades Penyaring harus dipaksakan untuk dilaksanakan sesuai jadwal, yang rugi adalah masyarakat.

Seperti diketahui bahwa Forum Peduli Masyarakat Desa Penyaring (FPMDP) yang diketuai Irwansyah menemukan sejumlah persoalan dalam proses pilkades Penyaring. Dimana FPMDP menemukan jika ada bakal calon masih memperbaiki berkas pencalonannya meskipun waktu sudah habis. Padahal waktu sudah habis yakni 4–16 Desember 2019. Selain itu ada dua balon cakades belum mengundurkan diri dari pekerjaannya selaku Penyuluh di Dinas Pertanian dan Staf Ahli Fraksi Nasdem DPRD Sumbawa. (SR)

iklan bapenda