Ciptakan “DiBaKul”, Guru Ache Buat Suasana Belajar Menarik dan Variatif

oleh -22 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/2/2020)

Abdul Azis, S.Pd.SD tercatat sebagai salah satu guru di Kabupaten Sumbawa yang terbilang cukup inovatif. Banyak hal yang dilakukan Guru Kelas 5 SDN Nijang ini untuk menciptakan media pembelajaran guna memudahkan anak didiknya menyerap bahan ajar yang diberikan. Setelah menciptakan media “Ampek Itung”, kini guru berprestasi tersebut menciptakan media Diagram Batang Kudung Butel atau disingkat “DiBaKul”.

DPRD

Ditemui SAMAWAREA, Sabtu (15/2), Guru Ache—demikian pria ini disapa, mengatakan bahwa dalam proses pembelajaran ada dua unsur yang amat penting. Yaitu metode mengajar dan media pembelajaran, meskipun ada hal lain yang harus diperhatikan. Misalnya, tujuan pembelajaran dan proses penilaian sampai pada tindak lanjutnya. Karena itu guru dituntut untuk terus berinovasi. Hal inilah yang mendorongnya untuk kembali menciptakan media pembelajaran menggunakan barang bekas di lingkungan sekitarnya. Media pembelajaran ini diberi nama Diagram Batang Kudung Butel (DiBaKuL). Melalui media ini diharapkan peserta didik mampu menyajikan data yang berkaitan dengan diri peserta didik dan membandingkan data dari dan dalam lingkungan sekitar. “Bahannya dari tutup botol air minum dan kardus bekas,” kata guru murah senyum ini.

Menurutnya, media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi untuk menyampaikan pesan, sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan peserta didik. Dalam pembelajaran guru biasanya menemukan masalah. Dengan kondisi ini, guru dituntut untuk mampu menciptakan dan melakukan pembelajaran yang tujuannya dapat tersampaikan kepada peserta didik. Tentu melalui metode dan media yang digunakan. “Sebagaimana diketahui media pembelajaran merupakan salah satu komponen pendukung keberhasilan proses belajar mengajar hal ini tertuang dalam Undang Undang RI No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 20. Media memiliki fungsi dalam pembelajaran sebagai alat bantu memperjelas pesan dari guru, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra, menimbulkan gairah belajar anak, interaksi langsung murid dengan sumber belajar, memberi rangsangan dan masih banyak fungsi–fungsi lainnya,” paparnya.

Baca Juga  Pemukulan Gong Tandai Dimulainya Festival Moyo Utara II

Media gambar yang diciptakan Guru Ache ini tidak serta merta lahir begitu saja. Ini berangkat dari proses dan kondisi dalam pembelajaran di kelas. Dari kondisi yang muncul itulah media DiBaKuL dibuat untuk menciptakan sarana belajar yang asyik, menarik dan variatif sehingga siswa mampu memahami materi yang disampaikan guru. Sebelum membuat media DiBaKuL peserta didik secara umum terlibat. Guru mengajak anak mengumpulkan tutup botol air minum. Dari tutup botol ini saya merancang dan menciptakan media sederhana untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan tersampaikan tujuannya kepada peserta didik,” kata guru yang dikenal humoris ini.

Sebelum membuat media “DiBaKuL” Ia berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru lainnya. Dari diskusi dan koordinasi itulah berbagai ide serta masukan untuk kesempurnaan didapatkan dari Masriyanti, S.Pd–Kepala SDN Nijang. sehingga terciptalah media tersebut untuk digunakan pada Mata Pelajaran Matematika yakni materi Pengumpulan dan Penyajian Data di Kelas 5 SDN Nijang.

Terhadap ciptaan Guru Ache ini, membuat Kepala Sekolah SDN Nijang merasa bangga dan senang. “Media ciptaan Guru Ache ini menjadi salah satu cara bagaimana pesan guru tersampaikan kepada peseta didik di dalam pembelajarannya,” ujar Masriyanti. (SR)

DPRD DPRD