Home / Pendidikan / Observasi di Tiga Kecamatan, Tim Riset Internasional Dikenalkan Tanaman Tropis Baru

Observasi di Tiga Kecamatan, Tim Riset Internasional Dikenalkan Tanaman Tropis Baru

SUMBAWA BESAR, SR (13/2/2020)

Wastewater Management adalah salah satu bidang yang menjadi fokus Tim Kolaborasi Riset Russia-ASEAN-France. Sebelum datang ke Sumbawa, tim ini mencari informasi terkait pola aliran air di Sumbawa melalui Google Maps. Karena itu dibutuhkan dua hari bagi tim untuk melakukan kegiatan observasi di beberapa lokasi guna menentukan langkah lokasi yang ideal untuk melakukan penelitian.

Hari pertama observasi, Rabu, 12 Februari 2020, tim mengawali perjalanan ke Bendungan Mamak, Kecamatan Lape. Di sana, mereka bertukar informasi mengenai ketersediaan cadangan air, proses pengairan lahan serta jangkauan aliran air. Tiba saat makan siang, tim dijamu dengan sangat baik oleh perwakilan warga desa dengan menu makanan tradisional seperti Pelu Aru, Ayam Siong Sira, Ikan Bakar dan Sup Kerang (Remis) yang sangat diminati. Lokasi kedua yang menjadi destinasi observasi adalah Bendungan Batu Bulan, Kecamatan Moyo Hulu. Tidak banyak berbeda dengan kegiatan di Bendungan Mamak, namun beberapa anggota tim bergerak dan mengamati lebih dekat ke arah air untuk mengambil sampel. Menutup kegiatan observasi hari pertama, tim berkunjung ke Desa Krekeh, Kecamatan Unter Iwes. Kunjungan ini diterima Sekretaris Desa, Zakariyah SE, Kepala Dusun Jamaluddin, serta warga setempat. Dengan suguhan air kelapa muda segar dan jagung rebus, membuat para ahli dari berbagai negara ini tersenyum bahagia. Kepada tim yang didampingi Rektor UTS, Sekdes menyampaikan terima kasih atas kesediaan Universitas Teknologi Sumbawa membawa tim riset internasional ini ke Desa Krekeh. Ia berharap kunjungan tersebut bisa memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Dalam kesempatan itu, tim diperkenalkan dengan berbagai tanaman tropis seperti Daun Kelor, Serai, Asam, Daun Aru dan Kemangi. Disampaikan bahwa Kelor dalam bentuk bubuk memiliki nilai jual yang tinggi di pasar internasional. Pada kesempatan ini juga, tim mencoba minuman Teh Kayu Sepang yang memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Tak hanya itu tim diajak melihat kebun Buah Naga, Singkong dan bibit Pohon Ketapang Kenanga.

Prof. Nataliya dari Moscow State University, Rusia, menghimbau agar tanaman-tanaman tersebut beserta produk olahannya bebas dari pestisida dan zat kimia apabila ingin diekspor ke pasar internasional. (SR)

Lihat Juga

Tanpa Riwayat, Mahasiswi UTS Terpapar Covid

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/7/2020) Dua kasus baru positif Covid asal Kabupaten Sumbawa yang dirilis Gugus ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *