Home / HukumKriminal / Dua Tersangka KUA Labangka Segera Dibawa ke Pengadilan Tipikor
Tersangka FR didampingi kuasa hukumnya, Febryan Anindita SH saat diperiksa JPU

Dua Tersangka KUA Labangka Segera Dibawa ke Pengadilan Tipikor

SUMBAWA BESAR, SR (11/2/2020)

FR dan JR—dua tersangka kasus dugaan penyimpangan Proyek Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Labangka Tahun 2018, tidak lama lagi akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram. Pasalnya saat ini berkas perkaranya yang ditangani Tim Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sumbawa, sudah lengkap. Selanjutnya, Selasa (11/2/2020) siang tadi, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam pelimpahan tersebut, salah satu tersangka, FR yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek itu, didampingi kuasa hukumnya, Febryan Anindita SH. Setelah itu tersangka dibawa ke Lapas Sumbawa untuk menjalani penahanan.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Reza Safitsila Yusa SH, mengakui hal itu. Dengan telah dilimpahkannya penanganan kasus itu ke JPU, berarti tidak lama lagi kasus itu akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Mataram. “Setelah dari JPU, para tersangka akan dibawa ke Pengadilan Tipikor Mataram untuk menjalani persidangan,” kata Reza—akrab jaksa muda ini disapa.

Seperti diberitakan, Kejaksaan Negeri Sumbawa telah menetapkan dua orang tersangka yakni JS Wakil Direktur CV STR selaku pelaksanaan proyek, dan FR—Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Penahanan ini dilakukan karena kejaksaan mengantongi bukti permulaan yang cukup. Selain itu kejaksaan sudah mendapat gambaran hasil kerugiaan negara berdasarkan perhitungan BPKP sebesar Rp 1,2 milyar.

Untuk diketahui, sebelumnya Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa pada tahun 2018 lalu mendapatkan alokasi anggaran kegiatan pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Tahun 2018 yang dananya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) TA 2018. SBSN adalah Surat Berharga Syariah Negara yang berupa obligasi negara dalam bentuk Syariah, yang merupakan program dari kementerian Keuangan yang berbasis Syariah. Pada Tahun 2018 itu, Kanwil Kemenag NTB mendapatkan 11 program kegiatan pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji di seluruh NTB. Untuk Kemenag Kabupaten Sumbawa mendapatkan 4 kegiatan yaitu KUA Sumbawa, KUA Unter Iwes, KUA Moyo Utara dan KUA Labangka dengan anggaran masing-masing Rp 1,5 Milyar. Terhadap masing-masing anggaran tersebut masuk dalam DIPA dari Kementerian Agama Kabupaten, sehingga pelaksanaan kegiatan dilaksanakan oleh para pejabat pengadaan dari Kementerian Agama Kabupaten. Sedangkan untuk pelaksanaan pelelangan/tender dilakukan oleh Pokja ULP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setelah ditender, Pokja ULP Kanwil Kemenag Provinsi NTB menetapkan CV Samawa Talindo Resource—kontraktor asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai pemenang tender Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka, dengan nilai kontrak Rp 1.240.558.000 (1,24 Milyar). Proyek itu dikerjakan dalam waktu selama 140 hari, terhitung sejak tanggal 19 Juli 2018 sampai 1 Nopember 2018, dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Namun sampai berakhirnya masa kontrak, ungkap Kajari, realisasi fisik hanya 41,56 % dari total 100 % pekerjaan. Ironisnya pencairan keuangan telah dilakukan sebesar 100 %. (JEN/SR)

Lihat Juga

Syarat Naik Pangkat, 139 Anggota Ikut Ujian Beladiri Polri

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15/9/2020) Sebanyak 139 anggota Polres Sumbawa dan personil Brimob Batalyon B Pelopor, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *