Mangkir dari Panggilan, Manager Keuangan PT Tripat Ditahan Jaksa

oleh -6 views

MATARAM, SR (7/2/2020)

Manager Keuangan dan Accounting PT Tripat, AR, resmi ditahan pihak Kejaksaan Tinggi NTB setelah mangkir dari beberapa kali panggilan. AR ditahan setelah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi di Kantor Kejati NTB, Jumat (7/2/2020) dari pukul 13.00 hingga 16.00 Wita. Selanjutnya, AR ditetapkan sebagai tersangka lalu dibawa ke Lapas Kelas I Mataram untuk menjalani masa penahanan guna proses hukum lebih lanjut.

DPRD

Kajati NTB dalam keterangan persnya melalui Kasi Penkum, Dedi Irawan SH MH, mengatakan sebelumnya, AR tidak memenuhi panggilan penyidik sebanyak tiga kali berturut-turut. AR juga sempat dijemput namun tidak berada di tempat. Setelah itu AR mendatangi Kantor Kejati NTB, Jumat (7/2/2020) pukul 13.00 atau usai melaksanakan Sholat Jumat.

Penetapan tersangka terhadap AR, ungkap Dedi Irawan—akrab jaksa asal Sumbawa ini, berdasarkan kesimpulan Tim Penyidik bahwa tersangka selaku Manager Keuangan dan Accounting PT Tripat telah menyalahgunakan kewenangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara. Ini dilakukan tersangka bersama dengan tersangka LAS selaku Direktur Utama PT Tripat yang sebelumnya sudah ditahan.

Dituturkan Dedi Irawan, awalnya berdasarkan Perda No. 8 Tahun 2010, Pemda Lombok Barat telah merealisasikan penyertaan modal berupa uang sebesar Rp 1,7 Milyar dan tanah seluas 8 Ha kepada PT. Tripat. Dalam pengelolaan uang sebesar Rp 1,7 M tersebut ternyata tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya sebesar Rp. 436.194.473,74. Kemudian penyertaan modal berupa tanah dikerjasamakan (KSO) dengan PT Bliss Pembangunan Sejahtera untuk penggantian Kantor Dinas Pertanian dan UPT BPT yang berdiri di atas tanah tersebut sebesar Rp 2,7 Milyar. Namun dalam pelaksanaannya ternyata anggaran tersebut tidak sepenuhnya dipergunakan untuk pembangunan kantor pengganti Dinas Pertanian melainkan untuk kepentingan pribadi bersama dengan tersangka LAS. Perbuatan keduanya mengakibatkan  kerugian sebesar Rp 544.426.836,56. Sehingga total kerugian keuangan negara sebesar Rp. 980.621.310,3. (SR)

DPRD DPRD
Baca Juga  Bobol Dua Gudang, Empat Orang Diringkus Polisi