Layani Tarian Striptis, Dua Penari Telanjang Ditangkap

oleh -59 views

Pelaksana Metzo Executive Club & Karaoke juga Diciduk

LOMBOK BARAT, SR (7/2/2020)

Dua penari telanjang, YM (35) asal Jombang dan SM (23) asal Serang Banten, ditangkap jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB. Kedua perempuan yang bekerja sebagai PS (Partner Song) ini diamankan saat sedang melayani tamu dengan tarian striptisnya tanpa sehelai benang pun di Metzo Executive Club & Karaoke, Jalan Raya Senggigi Kecamatan Batu Layar Lombok Barat. Selain kedua wanita ini, ikut diciduk pelaksana kegiatan, DA alias PD (43) asal Cilegon Banten.

Dalam keterangan persnya, Jumat (7/2/2020), Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SIK., M.Si menuturkan, berawal dari DA alias PD memberikan fasilitas atau layanan khusus kepada pengunjung Metzo Executive Club & Karaoke untuk menikmati tarian Striptis (tanpa busana) yang dilakukan oleh para pemandu lagu (Patner Song/PS) setempat. Untuk mendapatkan pelayanan khusus tersebut pengunjung harus memesan paket khusus per malam dan mengirimkan uang muka tanda jadi melalui rekening Bank BCA milik tersangka sebesar Rp 2 juta. Selanjutnya para pemesan dapat menikmati layanan tarian Striptis (tanpa busana). Sedangkan untuk tersangka YM alias NT dan tersangka SM alias KR bertindak sebagai Pemandu Lagu/ Patner Song (PS) juga memberikan layanan khusus berupa tarian Striptis (tanpa busana). Dari layanannya ini, kedua wanita itu mendapatkan imbalan uang sebesar Rp. 3.000.000 setiap paket khusus.

Baca Juga  Gempa Susulan Terus Berlangsung di Lotim, 3 Orang Tewas

Polisi yang mendapat informasi langsung melakukan penggrebekan di Metzo Executive Club & Karaoke. Saat dilakukan penangkapan, kedua wanita itu sedang melayani pengunjung. Dari penggeledahan lokasi, diamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp. 6,4 juta, 2 set pakaian dalam wanita, 1 gabung gabung nota pemesanan (Bill) pembayaran, 4 buah HP, 2 lembar bukti transfer transaksi Rp 2 juta dan 1 juta. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 33 jo pasal 7 dan 4, dan pasal 34 jo pasal 8 dan atau pasal 36 jo pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan hukuman paling singkat 2 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan. Atau pidana denda paling sedikit Rp 1 Milyar dan paling banyak Rp. 7,5 milyar atau penjara paling lama 10 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 5 Milyar. (SR)

iklan bapenda