Menuju Akreditasi, RS Surya Medika Disurvey Komisi Akreditasi Rumah Sakit

oleh -54 views

SUMBAWA BESAR, SR (3/2/2020)

Meski belum genap setahun sejak perubahan status dari Klinik menjadi Rumah Sakit, RS Surya Medika (RSSM) PKU Muhammadiyah Sumbawa, telah siap untuk diakreditasi. Ini dibuktikan dengan kedatangan Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) untuk melakukan survey akreditasi, Senin (3/2/2020). Tim yang dipimpin dr. Dedy Krisnarto, Sp.An, beranggotakan dr. Elfiyanti, MARS dan Putu Karleni S.Pd., S.Kep., MM ini disambut hangat Direktur RSSM, dr. Yogi Triatmakusuma didampingi sejumlah dokter dan jajarannya, dengan mengalungkan Kre Alang kepada rombongan.

Dalam sambutan penerimaannya, Direktur RSSM PKU Muhammadiyah Sumbawa, dr. Yogi Triatmakusuma menyampaikan selamat datang kepada tim KARS. RS Surya Medika dengan dukungan owner dan PP Muhammadiyah berusaha semaksimal mungkin memenuhi standar yang ditetapkan untuk menyelenggarakan maupun mengelola rumah sakit guna menciptakan budaya mutu dan keselamatan pasien sesuai regulasi baik internal maupun eksternal. “Kami sadar masih banyak yang harus dikejar dan diperbaiki agar terciptanya budaya, karena sangat susah kita ciptakan budaya itu, kalau tidak terbiasa dilaksanakan dan membentuk karakter rumah sakit ini sendiri. Alhamdulillah sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan rumah sakit terkait budaya tadi, kami mendapat kesempatan untuk disurvey oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit yang berlangsung selama 3 hari, 3-5 Februari,” kata dr Yogi, seraya berharap masukannya untuk RSSM, sehingga mampu memberikan pelayanan yang paripurna bagi masyarakat Sumbawa.

Baca Juga  Satu Warga Desa Kuang Taliwang KSB Positif Covid
Direktur RSSM PKU Muhammadiyah Sumbawa, dr. Yogi Triatmakusuma

Di tempat yang sama, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. H. Nazaruddin Malik, SE., M.Si mengaku ditugaskan khusus oleh PP Muhammadiyah melalui Rektor UMM dan Badan Pembina Harian, untuk ikut membantu mendampingi dan mengembangkan Rumah Sakit Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa terutama pada kegiatan survey akreditasi oleh KARS. Ia berharap survey yang dilakukan tersebut dapat memberikan makna dan konstribusi positif, mengingat prosesnya mengandung nilai bagaimana setiap tahapan di dalam proses menajemen bisa dilakukan upaya peningkatan kualitas dan perbaikan. “Jadi kalau nanti ada masukan dan kritik, teman-teman di sini tentu harus menerima dengan lapang dada, karena itu tujuan utama dari kegiatan ini untuk memperbaiki proses yang dilakukan sehingga menghasilkan kualitas yang lebih baik dalam melayani para stakeholder dan customer yang diharapkan nanti memberikan gairah dan kekuatan baru. Karena dalam prinsip manajerial, upaya untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dari sisi internal manajemen system, sangat penting bagi sebuah organisasi apapun termasuk organisasi layanan kesehatan masyarakat khususnya RSSM,” paparnya.

Ia menyampaikan selamat melaksanakan tugas kepada tim surveyor KARS, dan penghargaan kepada jajaran RSSM yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut sejak 6 bulan lalu. “Semoga hasilnya memberikan hal yang positif dan inspiratif bagi kita dalam mengembangkan rumah sakit ini bersama-sama,” tandasnya.

Sementara Ketua Rombongan dari KARS, dr. Dedy Krisnarto, Sp.An memberikan apresiasi kepada RSSM yang sudah berani maju untuk diakreditasi padahal belum genap berumur satu tahun sejak perubahan status dari kilik pada 28 April 2019 lalu. Namun Ia meyakini bahwa upaya yang dilakukan jajaran RSSM ini sebagai ikhtiar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Jika ada keinginan pasti ada jalan. Ini yang coba diikhtiarkan jajaran rumah sakit,” ungkapnya.

Baca Juga  Mobil Ambulance Puskesmas Maronge Tidak Layak

Mengenai kegiatan survey, dr Dedy—sapaannya, akan dilaksanakan selama tiga hari. Survey ini dilakukan bukan untuk menafikan hasil penilaian survey internal. Justru survey yang dilakukan KARS nanti untuk dibandingkan dengan survey internal setempat. Selama proses berjalan, pihaknya akan melakukan telusur manajemen, data rekam medis serta telusur ruangan dan bagian terkait yang berhubungan dengan pelayanan rumah sakit. Untuk bidang medis, tim KARS menekankan pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) yang dimulai dengan identifikasi pasien dengan tepat, peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai. “Semoga survey akreditasi ini berjalan lancar, dan memberikan hasil yang obyektif, yang tentunya bersifat rahasia,” pungkasnya. (JEN/SR)

DPRD DPRD