Sambirang: Safari Subuh Gubernur untuk Menjaga Tautan Hati Pemimpin dengan Rakyat

oleh -10 views

MATARAM, SR (2/2/2020)

Momen Pilkada di berbagai kota/kabupaten di Provinsi NTB membuat segala hal menjadi sangat sensitive. Program yang lazim dilaksanakan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc untuk menyapa masyarakat sejak terpilih setahun lalu, tidak terlepas dari satwasangka dan dicurigai bermuatan politis. Termasuk kecurigaan terhadap program Safari Subuh atau gerakan sholat subuh berjamaah di wilayah Kota Mataram, yang merupakan media Gubernur untuk menyapa masyarakat.

DPRD

Gubernur NTB pun sudah menanggapi hal itu, dan meminta agar safari subuhnya tidak dipolitisasi. Sebab berkeliling shalat subuh berjamaah sudah seringkali dilakukan dan jauh sebelum hiruk pikuk Pilkada. Gubernur mengaku dengan melakukan Safari Subuh, ia memiliki banyak waktu untuk interaksi dengan warga. “Karena sebentar lagi Pilkada di Mataram, ini jangan sampai dipolitisasi. Padahal sebelumnya, kami juga sudah sering berkeliling shalat subuh berjamaah. Dan dengan Safari Subuh kami punya banyak interaksi dengan warga Mataram,” kata Gubernur saat melaksanakan safari dan shalat subuh berjamaah bersama warga Bintaro di Masjid Al-Muttaqin Ampenan, Sabtu (1/1/2020).

Hal ini dibenarkan Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTB, Sambirang Ahmadi S. Ag., M.Si yang selalu ikut dalam rombongan Gubernur dalam kegiatan Safari Subuh ini. Menurut Sambirang—akrab politisi PKS ini disapa, safari subuh ini sebagai upaya Gubernur untuk melaksanakan janji kampanye. Saat kampanye Gubernur yang akrab dipanggil Bang Zul ini selalu mengatakan ketika ia terpilih akan berkomitmen untuk tidak akan meninggalkan kebiasaan menyapa masyarakat. Secara resmi kegiatan gubernur ini menjadi program di Bagian Humas Protokol yaitu acara jumpa Bang Zul—Ummi Rohmi yang dilaksanakan setiap Hari Jumat.

Baca Juga  Empat Desa di Ropang Segera Dibangun Menara Telekomunikasi

Sambirang menilai, program Safari Subuh ini sangat positif. Sholat subuh berjamaah di masjid menjadi ramai, dan tertautnya bathin antara pemimpin dengan yang dipimpin tetap terjaga. Melalui program itu juga, Gubernur dapat menyampaikan program-program pemerintah yang akan dan sedang digalakkan, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Sebagaimana saat ini Gubernur ingin menjadikan masjid sebagai pusat perekonomian dan mencetak 1000 pengusaha dengan mengajak para remaja masjid yang memiliki bakat entrepreneur untuk berani berusaha dan tidak bermental “tangan di bawah”. Remaja masjid harus mulai merubah mintset menjadi pengusaha diawali dari yang kecil-kecil. “Pada prinsipnya Pak Gubernur ingin memanfaatkan subuh berjamaah itu untuk mensosialisasikan program-program beliau yang menyasar anak-anak remaja masjid atau ibu-ibu yang selama ini terjerat rentenir atau tengkulak. Ketika punya etos berwirausaha tetapi akses mereka untuk mendapatkan permodalan sulit sekali karena berbagai alasan, Pak Gub mencoba menjembataninya ke bank daerah. Itulah alasan di setiap Safari Subuh itu selalu mengikutsertakan Dirut Utama Bank NTB Syariah untuk menjawab masalah seperti itu,” ungkap politisi PKS ini.

Terkait dengan keikutsertaan Tuan Guru Manan dalam kegiatan itu yang dinilai sejumlah pihak sebagai manuver politik jelang Pilkada Kota Mataram karena secara kebetulan menjadi Bakal Calon Wakil Kota Mataram yang diusung PKS, Sambirang mengaku penilaian tersebut sah-sah saja. Namun Sambirang ingin menegaskan bahwa Tuan Guru Manan diikutsertakan karena kapasitasnya sebagai seorang ulama dan Ketua MUI Kota Mataram. Selain Tuan Guru Manan Gubernur telah mengajak semua calon-calon lain untuk ikut serta melaksanakan sholat subuh berjamaah. “Meski demikian saya kira ini masukan yang baik buat Pak Gubernur bahwa gerakan seperti ini jangan sampai membenarkan kecurigaan masyarakat. Saran saya tidak hanya Kota Mataram, mungkin sekali-kali Safari Subuh ini bisa bergeser ke Loteng dan Lobar. Tapi kita sadar kenapa dipilih Mataram, karena memang waktu beliau paling banyak dan jangkauannya paling memungkinkan di Mataram. Yang jelas Program Safari Subuh ini mendapat respon yang luar biasa tidak hanya dari para remaja dan pemuda melainkan juga orang tua,” pungkas Sambirang. (JEN/SR)

DPRD DPRD