HP Aktif Tak Dijawab, Ternyata Tewas Gantung Diri

oleh -32 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/1/2020)

Naas yang dialami SL (37). Petani yang tinggal di Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa ini ditemukan tak bernyawa dengan tali terjerat di leher di lokasi Uma Jotong, desa setempat, Minggu (26/1) petang pukul 18.00 Wita. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

DPRD

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH, Senin (27/1), menuturkan, sebelum kejadian, paginya sekitar pukul 07.00 Wita, korban bersama ayahnya, Safi’i berangkat ke sawah untuk menanam padi. Pukul 14.00 Wita, ayahnya mengajak korban pulang. Namun korban meminta ayahnya pulang terlebih dahulu, dan akan menyusul setelah pekerjaannya selesai. Hingga pukul 18.00 Wita, ayah korban belum melihat korban di rumah, yang kemudian menghubungi korban berkali-kali via telepon seluler. Meski aktif, tapi tidak diangkat korban. Ayahnya pun menghubungi istri korban menanyakan keberadaan korban. Istrinya pun mengakui kalau korban belum pulang ke rumah. Merasa curiga, ayah korban mengajak warga mencari korban ke sawah. Cukup lama pencarian ini, namun korban belum ditemukan. Untuk mencari jejak korban, warga menggunakan telepon untuk menghubungi korban, sambil terus menyusuri sudut-sudut persawahan. Upaya ini membuahkan hasil, karena sayup-sayup terdengar suara HP korban berdering. Setelah sampai di sumber suara, warga dan ayah korban kaget. Sebab korban didapati dalam kondisi tergantung di sebuah pohon dengan tali nilon warna biru terjerat di leher. Selanjutnya kasus ini dilaporkan ke Kadus dan diteruskan ke Polsek Ropang. Saat itu juga Polsek bersama Tim Medis dari Puskesmas Ropang dan Tim Identifikasi dari Polres Sumbawa tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Baca Juga  Kapolres Perintahkan Tembak Ditempat

Menurut keterangan istri dan orang tua korban, menduga korban stress karena sebelum kejadian sempat mengeluh bahwa pikirannya dalam keadaan kosong. Kendati demikian keluarga sudah menerima secara ikhlas kematian korban dan menolak dilakukan autopsy. (JEN/SR)

DPRD DPRD