‘Diterjang Banjir Bandang, 1 Meninggal dan 12 Luka-luka’

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (28/1/2020)

Sedikitnya 1 orang meninggal dunia, 4 luka berat dan 8 orang lainnya menderita luka ringan, serta ratusan orang mengungsi, akibat banjir bandang yang menerjang, Selasa (28/1/2020) sore tadi. Banjir yang diakibatkan dari hujan deras selama beberapa hari ini, membuat masyarakat kalang kabut berusaha menyelamatkan diri dan harta bendanya. Tak berselang lama, Tim Rescue–gabungan personil Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Sahabat TAGANA dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), terjun ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi warga ke tempat yang aman. Selain itu TAGANA juga membangun Posko untuk memudahkan koordinasi, mendirikan tenda-tenda darurat sebagai pusat evakuasi, dan membuka dapur umum lapangan guna menangani makan minum bagi warga yang selamat. Proses evakuasi berjalan cukup alot. Para pahlawan kemanusiaan tersebut harus menerjang sungai yang deras dan membuka akses yang terisolir, guna mengevakuasi warga yang masih terjebak di titik bencana. Upaya ini membuahkan hasil, semua warga di titik bencana berhasil dievakuasi, kendati beberapa di antaranya meninggal dunia dan mengalami luka-luka. Kondisi yang mengharu biru tersebut bukanlah sungguhan, melainkan kegiatan Simulasi Tanggap Bencana yang digelar Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) bekerjasama dengan TAGANA Kabupaten Sumbawa. Simulasi yang berlangsung di Lapangan Rektorat dan RPK UTS ini merupakan kegiatan puncak yang digelar selama dua hari, 27—28 Januari 2020. Pada hari pertama para peserta pelatihan yakni mahasiswa-mahasiswi dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UTS seperti Mapala, KSR, Racana dan beberapa UKM lainnya serta mahasiswa umum yang juga ingin bergabung menjadi bagian dari Relawan UTS ini, diberikan pembekalan dan pengetahuan terkait penanganan kebencanaan dari TAGANA. Mulai dari materi pengenalan bencana, pemetaan daerah rawan bencana, SAR, manajemen Posko dan Shelter, serta Assesment. Di hari kedua, Sahabat TAGANA tersebut melakukan praktek lapangan tentang manajemen pengelolaan dapur umum, manajemen pendirian shelter, pertolongan pertama, dan simulasi penanganan tanggap darurat.

DPRD

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan UTS, Iwan Wahyudi SE yang dimintai tanggapannya mengaku bersyukur UTS bersama TAGANA sukses menggelar Pelatihan Mitigasi Bencana. Hal itu sangat penting, dalam membekali civitas akademika terutama mahasiswa UTS yang merupakan sumberdaya manusia yang sangat peka dan peduli terhadap masyarakat. Tentunya sumberdaya ini harus siap bukan hanya dalam sisi jumlah, tapi juga skill tanggap bencananya sehingga mampu memberikan yang terbaik ketika bencana itu datang dan menimpa masyarakat. Ia tidak ingin ketika mahasiswa UTS terjun ke masyarakat, tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. “Kami menyampaikan terima kasih kepada TAGANA yang sudah membekali mahasiswa kami. Yang jelas UTS dengan mahasiswanya yang sudah dilatih ini tidak terpisahkan dan menjadi Sahabat TAGANA yang bisa diterjunkan dimana saja, tergantung panggilan kemanusiaan itu didengungkan,” pungkasnya.

Baca Juga  Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur, Sumbawa Dihadiahi 1,5 Milyar

Sementara Ketua TAGANA Kabupaten Sumbawa, Dedi Susanto S.Pd.I mengatakan bahwa kerjasama jajarannya dengan dunia kampus adalah yang pertama di NTB dan kedua di Indonesia setelah Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari mitigasi bencana untuk menyiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana agar dapat mengurangi dampak dari resiko ketika bencana itu terjadi. Di samping melahirkan potensi-potensi relawan yang peduli dan dibutuhkan dalam melaksanakan misi kemanusiaan.

Ke depan ungkap Dedi—akrab relawan yang juga menjadi instruktur Tagana Provinsi NTB ini, kerjasama dengan UTS akan terus berlanjut dan ditingkatkan, serta siap membuka kerjasama dengan kampus dan sekolah lain. Sebab selain Goes to Campus, TAGANA Sumbawa juga memiliki program Goes to School yang sudah dilaksanakan ke sejumlah sekolah pada tahun 2019 lalu. (JEN/SR)

DPRD DPRD