Momen HUT Sumbawa, Bupati Sebut Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun

oleh -14 views

SUMBAWA BESAR, SR (22/1/2020)

Kabupaten Sumbawa tepat berusia 61 tahun. Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) yang digelar di Lapangan Apel Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (22/1/2020), berlangsung semarak. Ribuan masyarakat dari segala penjuru membaur menjadi satu dengan para pejabat daerah. Tidak ada kesan eksklusif, karena para pejabat dan masyarakat duduk lesehan. Masyarakat juga disediakan beragam kuliner yang disediakan dinas instansi, BUMN dan BUMD. Semuanya gratis. Itu merupakan rasa syukur atas capaian pembangunan selama ini. Inilah yang menjadi tema besar dalam acara puncak tersebut yakni “Sumbawa Bersyukur” menghadirkan Ustadz Wijayanto dan Nissa Sabiyan—penyanyi religi yang tengah digandrungi kaum milenial.

DPRD

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc dalam pidatonya, mengatakan pada hari ini, 61 tahun yang lalu sejarah mencatat terjadinya peristiwa penting yang turut menentukan bentuk dan warna negara. Berawal dari kesadaran penuh segenap masyarakat dan Kesultanan Sumbawa yang menyatakan bergabung dengan Negara Republik Indonesia, kemudian berproses sampai dilantiknya pejabat sementara Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Sumbawa pada tanggal 22 Januari 1959. “Momentum tersebutlah yang kita kenang pada hari ini sebagai hari ulang tahun Kabupaten Sumbawa. Tidak berlebihan kiranya kalau saya katakana bahwa momentum ulang tahun yang kita peringati hari ini selain mengenang proses terbentuknya Kabupaten Sumbawa juga sebenarnya memberi pesan dan spirit bahwa terkandung janji untuk meneruskan dan memperkuat transformasi sistem pemerintahan dari yang bersifat tradisional menjadi pemerintahan modern,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati, reformasi birokrasi yang terus dimantapkan implementasinya adalah salah satu bukti dari komitmen bersama terhadap tugas sejarah tersebut. Tentu yang harus dipahami bahwa kebanggaan masa lalu tidak akan berarti apa-apa di masa kini tanpa adanya upaya revitalisasi menghadapi tantangan kekinian. Namun Kebanggaan akan warisan masa lalu bisa menjadi modal penting untuk menatap masa depan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai bagian integral dari pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kewajiban untuk juga berupaya mencapai tujuan konstitusional terbentuknya Negara. Di antaranya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya ini tentu dengan memperhatikan batas kewenangan pemerintah daerah sebagaiman diatur dalam regulasi. Rencana bersama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa dalam periode pemerintahannya saat ini sebagaimana tertuang dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah adalah mengupayakan terwujudnya masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri dan berkepribadian berlandaskan semangat gotong royong.

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan sekilas yang telah dilakukan pemerintahannya sebagai bentuk penyiapan warisan ke masa depan. Tantangan sekarang adalah menyiapkan generasi muda hari ini untuk memasuki era persaingan global di masa depan. Kegagalan menyiapkan mereka pada hari ini akan menjadi dosa sejarah di masa depan. Pendidikan yang berkualitas merupakan kunci terhadap penyiapan tersebut. Dengan penguasaan ilmu dan pemahaman pengetahuan yang berkualitas maka generasi penerus akan bisa melangkah dengan tegak dan percaya diri bergaul dan bersaing dengan sesamanya dari bangsa dan negara di dunia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa berhasil ditingkatkan menjadi 66,77. Pertumbuhan IPM 1,47 lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan IPM Provinsi NTB sebesar 1,17.

Baca Juga  Pembawa Baki Kepleset, Upacara HUT RI di KSB Dinilai Sukses

Pada sisi lain masalah kemiskinan yang dapat menjadi beban antar generasi berhasil ditekan dari 16,73 di tahun 2015 menjadi 14,08 pada tahun 2018, bahkan menjadi 13% pada tahun 2019. Pengangguran terbuka juga dapat diturunkan menjadi 3,45%. “Pembangunan yang bersifat soft skill semata tanpa infrastruktur fisik yang memadai tidak akan membawa manfaat bagi generasi hari ini. Saya juga ingin kita semua menghargai upaya dan kemajuan bersama yang kita capai dalam pembangunan fisik,” ujarnya.

Dalam periodenya memerintah, Haji Husni—akrab Bupati disapa, hingga kini telah membangun 137,15 kilometer jalan hotmix untuk kemantapan jalan. 15 jembatan yang dibangun untuk memperkuat sistem jaringan jalan. 44,79 Km jaringan irigasi juga dibangun dan pada saat bersamaan terus berupaya mempertahankan kualitas jaringan irigasi yang sudah terbangun. Bandara dan pelabuhan juga terus didorong untuk peningkatan kapasitasnya agar semakin tinggi aktifitas perekonomian masyarakat yang mampu didukung dan didorong pertumbuhannya. Infrastruktur telekomunikasi juga telah berhasil dipenuhi untuk meminimalkan blank spot komunikasi bahkan sampai ke pelosok wilayah yang terpencil sekalipun.

Infrastruktur fisik berskala besar yang sudah dimulai tahap pembangunannya adalah pembangunan Bendungan Beringin Sila yang diperhitungkan akan mampu mengairi 3.500 hektar. Demikian Bendungan Kerekeh, yang sempat tertunda. Tahun ini pemerintah pusat sedang melaksanakan sertifikasi desain. “Tahun 2021 insya Allah konstruksinya akan dimulai,” imbuhnya.

Pelabuhan Teluk Santong sebagai simpul aktivitas distribusi barang juga sedang disiapkan konstruksi fisiknya. Demikian pula dengan pembangunan Pasar Seketeng dan Rumah Sakit Umum Daerah yang kini sedang berlangsung. Penyiapan sumber daya manusia yang didukung infrastruktur wilayah yang memadai tentunya akan menjadi stimulus bagi tumbuh dan berkembangnya aktivitas perekonomian masyarakat yang semakin berkualitas. Muara dari pembangunan ini dalam jangka panjangnya adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat. “Ketiga hal itulah yang ingin kita wariskan dan dicatat dalam sejarah nanti bahwa generasi hari ini mempertimbangkan dan memperhatikan keberlanjutan pembangunan antar generasi,” ucapnya.

Penghubung antara generasi masa lalu dan hari ini, lanjut Bupati, selain momentum seperti yang dilakukan pada hari ini, juga dengan berupaya memperkuat warisan kebudayaan. “Alhamdulillah, daerah kita dinilai oleh pemerintah pusat layak menjadi percontohan nasional model pembangunan berbasis dan berwawasan kebudayaan dengan ditetapkannya Desa Poto sebagai desa pemajuan kebudayaan. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah, hari ini saya me-launching penggunaan bahan-bahan tenun lokal untuk menjadi bagian dari pakaian dinas ASN perangkat daerah Kabupaten Sumbawa yang efektifnya dimulai pada tanggal 6 Mei 2020 mendatang. Langkah ini kami ambil juga dalam rangka mendukung perkembangan sektor UMKM, bahkan dalam kesempatan yang berbahagia ini kami ingin memperkenalkan kepada khalayak salah satu produk UMKM unggulan daerah ini yaitu Kopi Sumbawa yang didukung oleh para pelaku UMKM dan BUMDes di Kabupaten Sumbawa yang produknya dapat dinikmati hari ini,” paparnya.

Baca Juga  Tim Gugus Tugas Kunjungi Gudang Bulog, Pastikan Kualitas Sembako JPS Gemilang

Simultan dengan hal tersebut, lanjut Bupati, dalam rangka menyemarakkan agenda peringatan ulang tahun Kebupaten Sumbawa ke-61 dengan tema “Berani Bersih, Hebat!” menghadirkan kelompok musik milenial Sabyan Gambus yang nantinya akan memberikan sajian apiknya untuk dinikmati bersama, yang kemudian pasca perhelatan ini di sore harinya akan meresmikan Rumah Yatim Piatu di Kelurahan Brangbiji Kecamatan Sumbawa. Agenda-agenda tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah SWT atas prestasi yang sudah dicapai. Sejumlah kemajuan yang dicapai tentu tidak berarti menafikan bahwa masih ada beberapa masalah yang masih perlu menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama. Isu stunting, pelestarian lingkungan, perlindungan perempuan dan anak, peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi makro.

Di bagian lain harmoni dan kondusifitas daerah yang membungkus ke-bhineka-an selama ini merupakan salah satu modal daerah yang perlu terus dirawat dan dijaga. Hal ini dipandang strategis karena tahun ini memasuki agenda 5 tahunan yaitu pemilihan kepala daerah. Bupati berharap agar momentum politik 5 tahunan ini tidak merusak tatanan masyarakat dan pemerintahan yang sudah tertata dan terjaga dari generasi ke generasi. “Jangan karena kepentingan sesaat kita mengorbankan hal-hal yang lebih mendasar dan sudah terentang panjang dalam lintasan sejarah daerah dan nasional. Tidaklah karena nila setitik rusak susu sebelanga. Segala keberhasilan yang kita raih bersama telah mampu menjadi spirit kerja keras kita semua baik jajaran pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam bidang masing-masing, sehingga agenda-agenda pembangunan yang masih tersisa akan dapat kita tuntaskan sesuai dengan harapan kita bersama,” tandasnya.

Dukungan dari segenap komponen masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah untuk menjaga warisan ini sangat diharapkan. Karenanya atas nama pemerintah daerah menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada segenap elemen masyarakat Sumbawa, yang selama ini telah bersama-sama mendukung dan menyukseskan terselenggaranya program-program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Sumbawa. (SR)

DPRD DPRD