Talang Air Urung Dibangun Kabupaten, Petani Moyo Utara Minta Bantuan Gubernur

oleh -2 views

SUMBAWA  BESAR, SR (18/1/2020)

Masyarakat Kecamatan Moyo Utara kecewa berat. Pasalnya Talang Air yang dijanjikan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa melalui leading sektor terkait, hingga kini belum dibangun. Padahal pembangunan fasilitas yang sangat dibutuhkan petani tersebut sedianya dibangun 2019 lalu karena sudah diketok dan dianggarkan oleh pimpinan DPRD Sumbawa periode 2014—2019 sebesar Rp 1,6 milyar. Karenanya masyarakat setempat melalui tokoh pemudanya, Hermansyah Idris, tak pernah berhenti dan terus menerus menyuarakan tuntutan petani tersebut. Mengingat Pemda telah ingkar janji, Herman—akrab Calon Kades Penyaring ini disapa, meminta bantuan Gubernur NTB.

DPRD

Kepada media ini Sabtu (18/1), Herman berharap Gubernur dapat memberikan perhatiannya terhadap nasib petani di Moyo Utara khususnya di Desa Penyaring, Sebewe dan Desa Baru, pasca urung dibangunnya Talang Air. Sebab tanpa talang air itu para petani kerap gagal panen. Air dari Bendungan Batu Bulan menuju Penyaring Moyo Utara tertahan karena saluran irigasi dipenuhi lumpur dan pelompong-pelompong liar. “Sejak dibangunnya Bendungan Batu Bulan, petani Moyo Utara nyaris tidak pernah merasakan air irigasi,” kata Herman.

Herman mengakui hampir setiap tahun anggaran pemerintah mengucurkan anggaran untuk pembersihan jaringan mencapai milyaran rupiah. Namun, hasilnya tidak pernah ada. Daripada anggaran itu sia-sia, Herman menyarankan sebaiknya dialihkan untuk pembuatan pompa air untuk kelompok petani di Desa Penyaring, Sebewe dan Desa Baru Tahan.

Baca Juga  Dermaga Sebotok, Jalur Tol Laut untuk SAMOTA  

Karena itu besar harapan Herman kepada Gubernur untuk dapat menangani pembangunan Talang Air. Ketika ini terbangun, maka ribuan hektar lahan petani di wilayah Moyo Utara akan terairi, dan kesejahteraan akan terwujud. (SR)

DPRD DPRD