Awal Tahun Tren Kasus Naik, DBD Jadi Ancaman di KSB

oleh -0 views

SUMBAWA BARAT, SR (15/1/2020)

Tingginya tren angka penderita demam berdarah di awal tahun 2020 di Kabupaten Sumbawa Barat menjadi ancaman menakutkan bagi masyarakat. Cuaca yang tidak menentu dan masih kurang sadarnya masyarakat akan kebersihan lingkungan menjadi penyebab cepatnya berkembang penyakit yang mematikan tersebut. “Trend kasus tahun 2020 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ada 12 kasus yang tercatat awal tahun ini. Setelah kita kaji di lapangan, penyebabnya adalah lingkungan yang buruk,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan KSB, HM. Yusfi Khalid, SKM kepada SAMAWAREA, Selasa (14/1).

Kualitas lingkungan yang buruk, sambung Yusfi, disebabkan karena rendahnya kesadaran menjaga lingkungan. Membuang sampah sembarangan, bertebarannya kaleng dan ban bekas, disinyalir menjadi penyebab utama berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropics. Padahal kondisi ini sudah diantisipasi sejak November 2019 lalu. Pemda KSB melayangkan surat edaran Bupati kepada semua SKPD, camat, lurah dan kades agar disampaikan kepada masyarakat untuk mengaktifkan gotong royong dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Surat edaran diedar, mengingat trend awal tahun mulai Januari hingga April biasanya selalu ada lonjakan kasus penderita DBD. “Coba PSN bisa dilaksanakan secara cepat oleh masyarakat, maka itulah cara terbaik untuk pencegahan. Yang terjadi saat ini, malah setelah terjadi masyarakat baru sibuk,” kata Yusfi. “Bisa juga STBM di tempat itu, bisa jadi belum tersentuh, belum diterapkan, atau belum diketahui,” tambah Yusfi.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Hadirkan Harapan Hidup Pasien Cuci Darah

Tindakan yang dilakukan Dikes saat ini ungkap Yusfi, melakukan pengendalian dan memastikan tidak ada penularan. Penderita DBD setelah didata langsung ditangani di Puskesmas, maupun dirujuk ke rumah sakit. “Tim yang ada di Puskesmas melakukan advokasi mulai dari tingkat desa, dusun, hingga RT untuk melakukan PSN. Dalam SOP Dinas Kesehatan, harus PSN dulu baru dilakukan fogging,” tandas Yusfi. (HEN/SR)

 

iklan bapenda