Dengan PDIP Bukan Harga Mati, PKS—Nasdem Jajaki Berkoalisi

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (12/1/2020)

Konflik internal PDIP jelang Pilkada Sumbawa, membuat PKS sebagai mitra koalisi mencari alternatif lain. Langkah ini ditandai dengan munculnya wacana koalisi PKS—Nasdem. Wacana koalisi tersebut semakin kuat dengan adanya pertemuan khusus Sekretaris DPW Nasdem NTB, Multazam dengan Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si selaku komunikator DPW PKS NTB untuk Pilkada Sumbawa, Sabtu (11/1/2020) malam.

DPRD

Kepada SAMAWAREA, Sambirang Ahmadi, mengatakan, pertemuannya dengan Sekretaris Nasdem NTB ini bukan kebetulan, melainkan sudah seringkali membahas berbagai hal termasuk kemungkinan PKS—Nasdem berkoalisi mengusung pasangan calon di Pilkada Sumbawa.

Koalisi dua partai ini bisa saja terjadi karena Nasdem dan PKS sama-sama memiliki kursi di DPRD guna memenuhi persyaratan dalam mengusung pasangan calon. Ia tidak membantah wacana koalisi PKS—Nasdem ini ada kaitannya dengan konflik internal di PDIP sebagai buntut dari adanya opsi calon lain yang diusung PDIP selain HM Husni Djibril. Salah satu pertimbangan PKS untuk berkoalisi, sebut Sambirang, karena PDIP merupakan partai yang solid. Tentunya PKS tidak ingin berkoalisi dengan partai yang masih bermasalah di tataran internal. “Tidak seluruhnya kader di dalam PDIP welcome dengan skema PKS—PDIP yang mengusung pasangan Budi—Novi atau Novi-Budi. Kami tidak ingin tersandera dengan skema yang membuat mereka tidak nyaman dengan kita (PKS). Kita berkoalisi harus sama-sama memberi rasa nyaman. Ini belum apa-apa sudah ribut, padahal kita ini belum berperang. Baru penjajakan saja sudah ada kader PDIP yang menolak untuk berkoalisi dengan PKS. Kalau cinta tak terbalas kenapa kita harus memaksa dan merengek-rengek. Emang PDIP saja teman berkoalisi. Ini Nasdem dan partai lain juga berpeluang,” tukasnya.

Baca Juga  Ikatan Isteri Wakil Rakyat Dapil I Bantu Pelajar Tidak Mampu

PKS tegas Sambirang, tidak terlalu tergantung dengan PDIP. PKS pada Pilkada Sumbawa akan maju dengan atau tanpa PDIP. “Bisa saja nanti ada opsi, kalau Haji Mo (Mahmud Abdullah) diusung Nasdem, maka PKS mengusung kadernya, Andy Tirta. Hanya saja kami harus pastikan dulu Haji Mo punya partai dan bisa memastikan mendapat rekom dari partai yang akan mengusungnya. Kalau Andy Tirta sudah pasti punya partai yaitu PKS,” jelas politisi PKS yang kini menjabat Ketua Komisi III DPRD NTB ini.

Bagaimana dengan nama Dewi Noviany M.Pd (Novi) ? Sambirang menyatakan bahwa munculnya nama Novi karena keinginan PDIP. Sebenarnya PKS menyodorkan nama Andy Tirta. Tapi ditolak PDIP yang tetap menginginkan Novi berpasangan dengan kader PDIP. “Intinya semua masih cair dan dinamis. PKS bisa berkoalisi dengan partai mana saja dalam mengusung pasangan calon di Pilkada nanti,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

DPRD DPRD