Tebing Sungai Manemeng Alami Erosi, 2 Hektar Lahan Pertanian Hilang

oleh -8 views

Kini Ancam Fasilitas Umum

SUMBAWA BARAT, SR (9/1/2019)

Derasnya air di musim hujan terus mengikis lahan pertanian warga. Ini terlihat pada tebing sungai di Desa Manemeng Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, yang mengalami erosi. Dalam dua tahun ini, sudah 2 hektar lahan milik warga longsor akibat kikisan erosi. Longsoran itu berubah menjadi sungai dan diprediksi lahan pertanian lainnya akan mengikuti garis sungai yang telah amblas mengingat musim hujan baru saja masuk. Ini perparah dengan tidak adanya tebing pengaman. Kondisi ini tidak hanya mengancam lahan pertanian, tapi juga fasilitas umum seperti pasar dan jalan raya yang berjarak hanya puluhan meter dari sungai.

Ketua Kelompok Tani Lengkok Nyamung Ai’ Desa Manemeng, Abdul Kadir yang ditemui SAMAWAREA, Kamis (9/1) mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut. Erosi tebing Sungai Brang Ene ini setiap tahunnya terjadi setiap masuk musim penghujan. Karena setiap musim penghujan akan membuat debit air tinggi dan deras di sungai tersebut. Ditambah lagi dengan datangnya air bah yang membuat tebing sangat cepat longsor karena tidak adanya pengamanan atau bronjong. Dua tahun terakhir ini diakuinya yang paling parah. Tak tanggung-tanggung sekitar 2 hektar lahan telah dibawa air. “Dulu sawah yang menghasilkan padi berubah menjadi kubangan air, setiap masuknya musim penghujan kami selalu resah seperti yang zaya rasakan saat ini. Musim penghujan telah tiba kami hanya bisa berharap mudahan longsor tahun ini tidak terlalu parah, apalagi jarak tebing dengan fasilitas umum seperti pasar tidak terlalu jauh hanya berjarak puluhan meter,” ujarnya.

Baca Juga  Kadek: Tidak Ada yang Bisa Melawan Alam

Kondisi setiap tahunnya ini ungkap Kadir, telah disampaikan kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Ia mengajak aparat pemerintah itu untuk melihat langsung sungai yang terus meluas akibat lahan yang sudah terbawa arus, di samping tebing yang rapuh. Namun hingga kini belum ada tindakan dari pemerintah. “Kami berharap dengan adanya camat yang baru ini mampu mengobati kegelisahan kami,” harapnya.

Sementara itu, Camat Brang Ene Drs. Abdul Razak berjanji akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP). Persoalan erosi sungai juga akan menjadi atensi khusus pemerintah kecamatan dalam 100 hari kerja Camat. “Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas PUPRPP. Apalagi ini merupakan persoalan yang urgen di masyarakat. Persoalan ini juga akan menjadi atensi 100 hari kerja saya sebagai Camat Brang Ene,” tegas Camat yang baru menjabat dua hari tersebut.

Sembari menunggu pemerintah daerah turun, Camat yang dikenal ramah ini juga meminta masyarakat, terutama petani pemilik lahan di tebing sungai untuk kreatif dalam menghadapi persoalan abrasi. “Kami minta petani kreatif, dengan menanam rumput gajah di tebing sungai sebagai penahan erosi,” tandasnya. (HEN/SR)

DPRD DPRD