Babinsa dan Babinkamtibmas Kolaborasi Gagalkan Transaksi Narkoba

oleh -1 views

LOMBOK TENGAH, SR (7/1/2020)

Babinsa Teduh Koramil 1620-04/Praya Barat Sersan Kepala (Serka) Nurjan bersama Babinkamtibmas Brigadir Topan, menggagalkan transaksi narkoba jenis shabu di jembatan irigasi perbatasan Desa Pelambik dengan Desa Teduh Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Senin (6/1) malam. Dua orang yang diduga akan bertransaksi ini berhasil kabur, meninggalkan barang bukti sepeda motor dan shabu.

DPRD

Diceritakan Serka Nurjan, kejadian tersebut bermula, ketika mereka bersama Babinkamtibmas melaksanakan patroli malam di desa binaan sesuai petunjuk Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., kepada seluruh Babinsa jajaran Kodim Loteng. Setiba di lokasi, Babinsa dan Babinkamtibmas melihat dua orang di atas jembatan. Namun saat didekati, kedua orang tersebut langsung melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor di lokasi. “Setelah kami mengecek sepeda motor mereka, kami melihat ada satu paket narkoba jenis shabu menggunakan kantong obat di atas tanah dekat sepeda motor,” terang Nurjan.

Serka Nurjan kemudian menghubungi Kades dan Kadus untuk ke TKP dan Babinkamtibmas menghubungi piket Polsek Praya Barat.

Terpisah, Dandim Loteng memberikan apresiasi atas sinergitas dan kekompakan anggotanya bersama Babinkamtibmas di lapangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, langkah yang dilakukan Babinsa bersama Babinkamtibmas sudah sesuai dengan prosedur yakni menyerahkan temuan berupa dua unit sepeda motor dan barang bukti berupa satu paket sabu kepada Polsek setempat untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Selain itu, Dandim juga mengajak seluruh komponen masyarakat ikut berperan aktif menjaga keamanan wilayah bersama TNI Polri mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten sehingga proses pembangunan dapat berjalan aman dan lancar.

Baca Juga  Bertemu Idola, Kapolda NTB Minta Dukungan TGB

Terkait dengan peredaran Narkoba, Dandim mengingatkan para orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya agar tidak mendekati atau menggunakan Narkoba. Berdasarkan data BNN Provinsi NTB tahun 2019 dalam press rilisnya, jumlah pemakai anak-anak di bawah umur sebanyak 13 kasus dan usia 15 sampai 20 tahun menempati peringkat pertama sebanyak 231 kasus. “Ini sangat memprihatinkan, mari jaga anak-anak kita demi masa depan mereka sebagai generasi penerus keluarga, bangsa dan negara dari pengaruh Narkoba,” imbuh pria kelahiran Madura tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, barang bukti sudah diamankan di Polres Lombok Tengah menggunakan mobil patroli Polsek Praya Barat. (SR)

DPRD DPRD