Dibina AMNT, Kelompok Budidaya Udang Vaname Dasan Anyar Untung Besar

oleh -14 views

SUMBAWA BARAT, SR (30/12/2019)

Strategi Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, dinilai berhasil. Contohnya, Kelompok Budidaya Udang Vaname di Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)—salah satu kelompok binaan Amman Mineral yang mampu meraup untung berlipat.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Ketua Kelompok Budidaya Udang Vaname Dasan Anyar, Firmansyah Dores menyampaikan apresiasi dengan pola baru yang diterapkan perusahaan tambang dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Pola yang diterapkan AMNT ini sangat bagus, terbukti kelompok yang diberikan bantuan usaha sukses menjalankan usahanya. Sebab selain memberikan bantuan modal, juga dilakukan pendampingan dan bimbingan. “Karena bimbingan inilah, sampai kami bisa panen tiga kali dan hasilnya memuaskan sekali,” aku Dores.

Kelompoknya juga diajarkan bagaimana membuat pakan yang ramah lingkungan dan mudah didapat tapi hasilnya memuaskan. Kendati mereka sudah bisa membuatnya, namun pihak perusahaan memberikan pendampingan. Karena itu setiap ada kendala di lapangan, perusahaan langsung bisa memberikan solusi. “Jadi kami selalu merasa kuat dalam menghadapi setiap kendala yang terjadi,” imbuhnya.

Jauh sebelumnya ungkap Dores, mereka pernah melakukan budidaya udang jenis windu. Tapi dalam perjalanan, usahanya gagal, karena udang windu sangat rentan terhadap penyakit dan tidak sesuai dengan kondisi lahan yang tingkat keasinannya tinggi. Saat hampir putus asa, muncul malaikat penolong yakni PT AMNT yang menyarankan mereka budidaya udang jenis lain yang lebih kebal terhadap penyakit yaitu udang vaname dengan jenis pakan dan obat-obat organik yang ramah lingkungan. “Setelah kita coba dan hasilnya luar biasa. Untungnya berlipat-lipat dibandingkan dengan jenis udang lain,” katanya mengenang.

Baca Juga  Kakak Artis Luna Maya Bantu Promosi Wisata KSB

Ketika kelompoknya menebar bibit 32.000 pada luas lahan 1,8 are dengan modal Rp 47 juta. Setelah berlangsung selama 2,5 bulan menghasilkan 1,5 ton dengan harga Rp 115 juta. “Ini angka yang fantastis yang mampu meningkatkan perekonomian kami,” ujarnya.

Disinggung mengenai pasar, Dores mengaku tidak ada masalah. Setiap habis panen, tidak menunggu waktu lama, udang habis terjual. “Kami juga menggedor pasar lokal dan rumah tangga. Banyak sekali permintaan membuat kami kewalahan sehingga banyak yang kami tolak. Untuk memenuhi permintaan pasar, kami akan terus mengembangkan usaha,” katanya, seraya mengakui jika sudah banyak orang yang tertarik melakukan usaha budidaya udang vaname, karena melihat keberhasilan mereka. Pihaknya tetap terbuka menerima siapa saja datang menimba ilmu, agar keberhasilan itu dapat tertular dalam upaya sama-sama menggiatkan pasar yang masih terbuka luas untuk pemasaran udang vaname. (HEN/SR)

iklan bapenda