Home / Politik / PDIP Siapkan Lalu Budi Suryata untuk Pilkada Sumbawa

PDIP Siapkan Lalu Budi Suryata untuk Pilkada Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (3/1/2020)

Tensi politik jelang Pilkada Sumbawa kian meningkat. Setelah pecah kongsinya Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa dalam sikap politik, kini muncul hal yang lebih mengejutkan. Ternyata PDIP tidak hanya menyiapkan HM Husni Djibril B.Sc yang sebelumnya diwacanakan sebagai calon tunggal, tapi ada calon alternative lainnya. Calon alternative tersebut adalah Lalu Budi Suryata SP—mantan Ketua DPRD Sumbawa yang kini menjabat Anggota DPRD Provinsi NTB. Munculnya nama Lalu Budi terungkap dalam pertemuan yang dihadiri Ketua PDIP NTB, H Rahmad Hidayat, Ketua Bappilu PDIP NTB, Dr. Ir. HW Musyafirin MM dan pejabat teras PDIP NTB lainnya, dengan Tim Pemenangan Wilayah PKS NTB yang diketuai Dr. H. Zulkieflimansyah (Gubernur NTB) dan pejabat DPW serta anggota TPPW PKS NTB, di Mataram, belum lama ini. Dalam pertemuan itu melahirkan beberapa skema baik orang maupun komposisi yang akan diusung Koalisi PKS—PDIP. Termasuk salah satunya menyiapkan calon alternatif pengganti HM Husni Djibril B.Sc, jika petahana itu tidak maju atau tidak dicalonkan PDIP.

Sambirang Ahmadi S.Ag., M.Si—Anggota TPPW PKS NTB yang ikut dalam pertemuan itu kepada SAMAWAREA, Jumat (3/1/2020) malam, mengakui adanya calon alternatif yang disiapkan PDIP sebagai mitra koalisi PKS. Pertemuan itu melahirkan beberapa opsi. Opsi pertama, jika HM Husni Djibril B.Sc maju sebagai calon Bupati dari PDIP, maka pasangannya adalah Dewi Noviany M.Pd (Novi)—calon yang diusung PKS. Opsi kedua, apabila Haji Husni tidak maju atau tidak dicalonkan PDIP karena alasan tertentu, maka Novi akan diposisikan sebagai calon Bupati dan kader PDIP menjadi Calon Wakil Bupati Sumbawa. PDIP akan mendorong kader terbaiknya, Lalu Budi Suryata SP untuk berpasangan dengan Novi. Pada pertemuan itu, ungkap Sambirang, PKS menawarkan skema Novi—Budi Suryata, atau Novi—Gita Lisbano (putra HM Husni Djibril). Sedangkan PDIP menawarkan skema Budi—Novi atau A. Rafiq—Novi. Tapi yang lebih berpeluang skema yang ditawarkan PDIP adalah Budi—Novi, karena A Rafiq (Ketua DPC PDIP Sumbawa) sudah menyatakan diri tidak akan maju. Untuk skema Novi menjadi calon bupati dan Budi calon wakilnya, jelas Sambirang, akan dilakukan uji public dan survey. Jika menunjukkan memang pantas dan memiliki daya dukung yang cukup kuat untuk menang, maka Novi—Budi akan ditetapkan sebagai pasangan yang diusung PKS—PDIP. Namun sebaliknya, jika dukungan dan hasil survey lebih bagus skema Budi—Novi, juga disepakati dan didukung bersama-sama. “Kami melihat dulu respon public terhadap alternative ini. Berbeda apabila Pak Husni maju atau dicalonkan PDIP, tetap Pak Husni berpasangan dengan Bu Novi tanpa melalui uji public ataupun survey,” tandas politisi PKS yang kini menjabat Ketua Komisi II DPRD NTB.

Untuk skema tersebut, lanjut Sambirang, masih cair. Namun yang pasti, Koalisi PKS—PDIP di Pilkada Sumbawa sudah klir. “Di tingkat kabupaten dan wilayah sudah klir, nanti akan ditindaklanjuti ke tingkat DPP masing-masing, karena finalnya di pusat,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Tim Kerja Pimpinan DPD RI Resmi Tolak RUU HIP

JAKARTA, samawarea.com (6/7/2020) Tim Kerja Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia resmi mengeluarkan rekomendasi dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *