Home / Ekonomi / Festival Kuliner Ubur Ubur Teluk Saleh Digelar Perdana di Teluk Santong

Festival Kuliner Ubur Ubur Teluk Saleh Digelar Perdana di Teluk Santong

SUMBAWA BESAR, SR (30/12/2019)

Festival Kuliner Ubur-ubur yang digelar di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang tepatnya areal Kantor UPT Perikanan, berlangsung meriah. Kegiatan pertamakali yang digelar Universitas 45 ini dihadiri Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten III Sekda, Kadis Perikanan dan Kelautan Sumbawa, Kadis Pariwisata, Camat Plampang, Kepala UPT Perikanan Plampang, Kades, Toga, Toma dan tokoh pemuda.

Dalam sambutan pembukaan, Asisten III Sekda Sumbawa, Ir. H. Iskandar D. M.Ec.,Dev  menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena potensi lokal dapat difestivalkan. Momen ini mendorong masyarakat dan para pelaku usaha untuk berkreasi. “Jadi ubur-ubur bukan hanya untuk dieksport tapi dapat dimanfaatkan untuk masyarakal khususnya di Teluk Saleh yang beberapa tahun ini menjadi kawasan laut perairan lumbung ubur-ubur. Untuk masyarakat dapat merawat lingkungan supaya potensi yang ada dapat terjaga dan dimanfaatkan dalam jangka yang panjang sebagai warisan bagi anak cucu kelak,” ungkap Haji Ande—akrab Asisten III disapa.

Keberadaan potensi ubur-ubur di daerah tersebut lanjut Haji Ande, akan menjadikan kawasan tersebut semakin berkembang dan dikenal luas, setelah Hiu Paus yang sudah mendunia. Ini menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat setempat. Uniknya, muncul kuliner berbahan dasar ubur-ubur yang dipastikan akan memunculkan rasa penasaran orang untuk datang dan mencicipi.

Pantauan media ini, beragam kuliner ubur-ubur disajikan dalam festival tersebut. Dengan siraman bumbu pedas, menawarkan sensasi daging ubur-ubur. Satu porsi hidangan ini berisi aneka campuran kangkung,  irisan ubur-ubur, lobak, saos dan timun. Ubur-ubur dipotong kecil setelah direbus dengan waktu yang tak terlalu lama. Jadilah kuliner ubur-ubur khas Teluk Saleh. Para peserta festival ini berasal dari Kecamatan Empang, Tarano dan tuan rumah Teluk Santong. “Memang untuk dagingnya tidak direbus terlalu lama agar tetap terasa teksturnya dan kami juga punya cara khusus agar bahan tersebut tidak berbau amis,” kata Budiman, generasi ketiga atau cucu dari Encim saat ditemui di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Senin (28/1/2019).

Sementara Rektor Universitas 45 Mataram, Dr. Ir. H. Evron Asrial M.Si mengatakan Festival Kuliner Ubur-Ubur Teluk Saleh ini sebagai media untuk mengembangkan wawasan khusus kaum ibu agar bisa berkreasi dalam memanfaatkan potensi lokal semacam kuliner dari isi laut seperti Ubur-ubur sehingga kedepannya potensi Teluk Saleh bisa dikenal masyarakat luas. Karena itu Ia meminta resep kuliner dari masing-masing peserta yang ditampilkan pada momen itu yang nantinya akan dibuatkan bukunya dan dibagikan kepada masyarakat sekitar Teluk Saleh. “Ubur-ubur dunia ada di Teluk Saleh. Kami akan menginisiasi wisata Ubur-ubur dunia. Kami bersama Kadis Perikanan dan Kelautan berupaya untuk pengadaan kapal wisata malam hari untuk para wisatawan menyaksikan hebohnya di tengah laut saat nelayan menangkap Ubur-ubur. Setiap wisatawan membayar 10 dolar. Kami pastikan jika ini jalan malam akan lebih terang di laut daripada di daratan Teluk Santong,” bebernya.

Untuk diketahui juara pada lomba Festival Kuliner Ubur-Ubur adalah Juara 1 diraih Kelompok 2 Desa Teluk Santong, Juara 2 Kelompok 1 Labuan Aji Tarano dan Juara 3 Kelompok 2 Labuan Aji Tarano. (BUR/SR)

Lihat Juga

Menkop Janji Datangkan Komunitas Kreatif Muda Bandung ke NTB

MATARAM, samawarea.com (10/7/2020) Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta para pelaku UKM/IKM mempersiapkan diri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *