Membunuh Karena Cemburu dan Sakit Hati

oleh -16 views

SUMBAWA BESAR, SR (30/12/2019)

AK (30) tersangka kasus pembunuhan mantan Ketua PPK Lopok, terancam hukuman mati atau seumur hidup. Pria yang bekerja sebagai sopir direktur salah satu rumah sakit ini, dijerat pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP jo pasal 351 ayat (3) KUHP, tentang pembunuhan berencana.

Saat diwawancarai, Senin (30/12/2019), AK mengaku terpaksa menghabisi nyawa korban. Ia mengaku cemburu dan sakit hati karena korban berselingkuh dengan istrinya. Ini diketahuinya dari inbox (facebook) korban kepada istrinya. “Saya sakit hati, karena dia berselingkuh dengan istri saya,” ujarnya tertunduk.

Kepada tersangka, Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH meminta agar bersabar karena peristiwa itu sudah terjadi dan harus dijalani. “Banyak bersabar. Jangan lupa sholat dan berdoa, serahkan semua kepada Allah,” kata Kapolres memberi nasehat usai menghadirkan tersangka dalam jumpa pers yang digelar, Senin (30/12/2019).

Sebelumnya, Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH, menyebutkan motif dari kasus tersebut adalah cemburu. Pelaku cemburu karena menduga istrinya memiliki hubungan asmara dengan korban. Karena itu muncul rencana tersangka untuk menghabisi korban dengan modus kecelakaan lalulintas. Kasus pembunuhan tersebut terjadi di Jalan Raya PPN Simpang Boak, dekat Gudang Kayu Insani, Kelurahan, Seketeng, Kecamatan Sumbawa, 21 November 2019 sekitar pukul 22.00 Wita. Bermula ketika polisi mendapat informasi telah terjadi kecelakaan lalulintas di lokasi sekitar jalan raya PPN Simpang Boak atau dekat Gudang Kayu UD. Insani. Laporan itu ditindaklanjuti anggota piket Laka Lantas Polres Sumbawa. Korban yang tidak sadarkan diri dilarikan ke RSUP Manambai Abdulkadir untuk ditangani secara medis. Namun jiwa korban tak tertolong. Hasil visum pihak rumah sakit setempat cukup mengejutkan. Karena ditemukan luka terbuka yang disebabkan kekerasan benda tajam. Setelah mendapat informasi ini, penanganan kasus itu diserahkan ke Satreskrim untuk dilakukan penyelidikan serta mencari barang bukti. Dari keterangan saksi-saksi, tim menyimpulkan bahwa kematian korban bukan akibat kasus kecelakaan lalulintas melainkan dugaan tindak pidana pembunuhan.

Baca Juga  26 TKI asal Lombok Dinyatakan Selamat

Penyelidikan ini cukup alot hingga sebulan lamanya. Berdasarkan informasi masyarakat dan dari petunjuk alat bukti yang ada, terungkap ciri dan identitas pelaku. Akhirnya tim melakukan penangkapan terhadap pelaku AK yang kebetulan berada di rumahnya. Setelah melakukan pemeriksaan, dan gelar perkara, penyidik menetapkan AK sebagai tersangka dan sudah ditahan untuk proses lebih lanjut. (JEN/SR)

iklan bapenda