Pergantian Tahun, Deeniyat Gelar Pesantren Kilat:  Rubah Adat Jadi Ibadat

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/12/2019)

Tahun Baru 2020 tinggal beberapa hari lagi. Sudah menjadi tradisi, malam pergantian tahun ini dirayakan secara semarak. Pesta kembang api menjadi warna dalam perayaan tersebut. Namun tidak jarang pergantian tahun ini dirayakan dengan melakukan kegiatan yang bersifat hura-hura dan cenderung menjurus kearah negatif seperti pesta minuman keras dan hubungan haram muda mudi. Untuk mencegah hal itu terutama bagi kalangan remaja atau kaum milenial, Deeniyat Sumbawa—salah satu Lembaga Pendidikan Islam di daerah ini, memiliki cara tersendiri. Jelang pergantian tahun, Deeniyat menggelar Pesantren Kilat. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 29 Desember hingga 31 Desember ini tidak dipungut biaya alias gratis. “Kegiatan yang kami laksanakan ini berhubungan dengan perayaan pergantian tahun, dengan mengarahkan kegiatan dari hal-hal yang negatif ke positif. Kami ingin pergantian tahun ini diisi dengan kegiatan bernilai ibadah, untuk membiasakan anak-anak kita dengan amalan-amalan Islami,’’ ungkap Ketua Lembaga Deeniyat Sumbawa, Ustadz Slamet Riyadi S.Pd kepada wartawan usai Sholat Jumat di Masjid Syuhada, siang tadi.

Bagi yang ingin mendaftar mengikuti Pesantren Kilat tersebut, kata Ustadz Slamet, bisa langsung ke Pesantren Apel Mas (Pesantren Anak-anak, Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat) yang berlokasi di wilayah Unter Katimis, Kelurahan Uma Sima. Peserta mulai dari umur 5 tahun dan seterusnya. “Tidak dipungut, kami gratiskan,” imbuhnya.

Baca Juga  Bobol Sekolah, Maling Gondol Proyektor

Menurut Ustadz Slamet, tujuan pesantren kilat ini untuk membekali anak-anak agar bisa mengenal Islam lebih dalam. Sejauh ini banyak yang mengenal Islam, namun tidak begitu mengetahui seperti apa praktik Islam itu sendiri. ‘’Kadang ada yang kita suruh baca syahadat, malah baca shalawat. Ini ada beberapa kasus yang kami temukan,’’ ujar Imam Masjid Syuhada Sumbawa ini.

Dalam pesantren kilat itu nantinya cukup banyak kegiatan yang akan dilaksanakan. Setelah Sholat Subuh dilaksanakan pengajian umum, kemudian pagi hari holaqoh tajwid dan memberikan kalimat-kalimat motivasi seperti firman Allah, sabda Rasulullah, serta mengupas soal manfaat membaca Al-Qur’an, berdzikir, sholat, dan ibadah lainnya. ‘’Kita tahunya kalau tidak sholat itu dosa, kalau sholat itu pahala. Tapi amal-amal yang lain sehubungan dengan sholat ada yang kita tidak tahu. Inilah yang kami sampaikan nanti,’’ tukasnya.

Berlanjut ke Ba’da Dzuhur, peserta akan dilantik untuk berpidato meski singkat. Pada ba’da Ashar dilakukan penghafalan ayat-ayat Al-Qur’an. Ba’da Magrib dilaksanakan ceramah umum, dan usai Sholat Isya membaca kitab fiqih. ‘’Disana kita belajar bagaimana adab Rasulullah dalam makan dan tidurnya. Ternyata minum pakai tangan kiri itu bukan yang dicontohkan Rasulullah. Makan sambil berdiri itu tidak benar. Tidur saja ada aturannya dan masuk WC pun demikian, semua ada adabnya sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan Rasulullah. Intinya bagaimana merubah adat jadi ibadat. Bagaimana adat kita setiap hari itu bernilai ibadat,’’ pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda