Tinggalkan Profesi Jurnalis, Jho Siap Wujudkan Leseng Maju dan Bersaing

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (19/12/2019)

Salah satu putra terbaik Desa Leseng, Jusriadi Jho ikut dalam Pemilihan Kepala Desa serentak 2020 mendatang. Sebagai buktinya, pria asal Dusun Sedan yang berprofesi sebagai jurnalis ini telah mendaftarkan diri pada Rabu, 11 Desember lalu.

Ditemui media ini, Jusriadi Jho mengungkapkan alasan meninggalkan profesi jurnalisnya dan maju di Pilkades. Yakni ingin memajukan Desa Leseng agar bisa bersaing dengan desa-desa lainnya di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, Leseng memiliki potensi. Di antaranya keberadaan Pandai Besi tradisional yang terletak di Dusun Talwa A, Talwa B, Buin Sepit, Katompo dan Dusun Batu Alang. Beberapa tahun terakhir, keberadaan pandai besi yang telah bertahan sejak 300 tahun silam ini telah mampu menarik perhatian wisatawan asing. Namun sangat disayangkannya, pemerintah desa belum mampu menangkap peluang tersebut. “Kalau ada izin Allah, saya menjadi Kepala Desa, Pandai Besi akan menjadi program prioritas. APBDes akan kami maksimalkan di sektor tersebut,” kata Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Sumbawa periode 2015/2018 ini.

Desa Leseng juga merupakan desa dengan penduduk mayoritas petani. Kendati masih banyak lahan pertanian yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik lantaran kesulitan air. Seperti di Dusun Katompo ada sekitar 100 hektar dan puluhan hektare di Orong Berayang Dusun Leseng. Kondisi ini, lanjut dia, kembali diperparah dengan sulitnya akses pupuk. Penyaluran pupuk dari Gapoktan ke pengecer dan dari pengecer ke kelompok tani cenderung tidak sesuai kebutuhan petani. “Sebagai anak petani saya sangat prihatin. Ke depannya tidak boleh ada sepetak lahan pun di wilayah Leseng yang kesulitan air. Kemudian keberadaan Gapoktan juga harus dievaluasi demi kelancaran pupuk untuk para petani kita,” tambah ayah dua anak ini.

Baca Juga  Rudy Mbojo Ajak Muhammadiyah Sumbawa Perkuat Solidaritas Bangsa

Program prioritas lainnya yakni maksimalisasi peran dan fungsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes ungkapnya, lahir sebagai lembaga desa yang berfungsi menciptakan kesejahteraan warga dengan memanfaatkan aset serta potensi yang dimiliki desa. Namun selama ini, keberadaan BUMDes belum bisa dirasakan oleh masyarakat secara merata. Penyertaan modal yang minim oleh desa menyebabkan permintaan (pengajuan kredit) sebagian besar masyarakat tidak bisa diakomodir. “Penyertaan modalnya kecil. Sementara masyarakat yang membutuhkan sangat banyak. Ke depan BUMDes akan kami support dengan modal penyertaan dari desa di atas Rp 100 juta per tahun,” kata mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Program lainnya yakni mewujudkan jalan lingkungan mantap, meningkatkan honor guru PAUD, pemberdayaan pemuda melalui Karang Taruna, pemberdayaan guru ngaji, marbot dan lain-lain. “Dengan visi menuju Desa Leseng maju dan bersaing, 6 tahun ke depan Leseng saya pastikan menjadi lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Leseng termasuk desa dengan bakal calon lebih dari lima orang. Selain Jusriadi, 11 bakal calon lainnya juga telah mendaftarkan diri. Dari Dusun Sedan 1 orang, Batu Alang 2 orang, Dusun Leseng 3 Orang, Talwa B 2 Orang, Talwa Atas dan Buin Sepit 4 orang. Sementara dari Dusun Katompo dan Dusun Binakarya, tidak ada. Sesuai ketentuan, bagi desa dengan bakal calon lebih dari 5 orang, akan mengikuti seleksi tambahan. Sesuai jadwal, seleksi tambahan digelar pada 14 Februari 2020 mendatang. (SR)

bankntb DPRD DPRD