Masa Kontrak Berakhir, Pengerjaan Pasar Seketeng Belum Tuntas

oleh -1 views

Rekanan Minta Perpanjangan Waktu 14 Hari

SUMBAWA BESAR, SR (16/12/21019)

Masa kontrak Proyek Pembangunan Pasar Seketeng berakhir pada Senin (16/12/2019) hari ini. Namun hingga kini, proyek yang dikerjakan PT Citra Persada KSO dengan anggaran Rp 78 miliar tersebut, belum tuntas 100 persen. Karenanya Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Sumbawa turun melakukan pengecekan siang tadi. Kehadiran Ketua Komisi II, Berlian Rayes S.Ag M.Si bersama sejumlah anggota disambut rekanan, termasuk pihak Bapenda dan Manajemen Konstruksi (MK).

Ditemui SAMAWAREA, Berlian Rayes—akrab politisi Golkar ini disapa, mengakui belum tuntasnya pembangunan Pasar Seketeng meski masa kontrak telah berakhir Senin hari ini. Terhadap hal ini, kontraktor pelaksana meminta perpanjangan waktu selama 14 hari kedepan atau hingga 30 Desember 2019 mendatang. Dalam masa perpanjangan waktu ini, Berlian meminta Pemda Sumbawa lebih intens melakukan pengawasan. Kepada kontraktor, Berlian juga meminta untuk mempercepat ritme kerja tanpa mengabaikan kualitas. “Perlu koordinasi yang lebih matang. Inikan pembangunan Pasar Seketeng sebagai pasar induk yang mendapat atensi dan perhatian luas masyarakat Sumbawa. Jadi hasil pengerjaannya harus benar-benar berkualitas, dan memiliki asas manfaat dalam jangka panjang,” tukas Berlian yang saat itu didampingi Ridwan SP, Adizul Sahabuddin SP, Burnadi, dan Yasin Musamma.

Dalam kesempatan itu, Berlian mengingatkan Pemda Sumbawa agar ke depan pasar kebanggaan tersebut dibenahi secara maksimal. Tidak ada lagi kesemrawutan akibat pembiaran. Ia tidak ingin terulang persoalan sebelumnya yakni terjadi jual beli los maupun kios. Juga tidak ada lagi yang mengatasnamakan pejabat tertentu untuk menitip orang-orangnya di pasar. “Prioritaskan pedagang sebelumnya di tempat semestinya. Jangan sampai dalam penempatannya nanti menimbulkan persoalan,” pungkasnya.

Baca Juga  Tahun ini, Nelayan KSB Dapat Bantuan 50 Kapal Tangkap

Sementara itu Kabid Pasar Bapenda Sumbawa, Syirajuddin mengakui berakhirnya masa kontrak pembangunan Pasar Seketeng dan telah disetujuinya perpanjangan waktu hingga 30 Desember 2019. Keterlambatan penyelesaian pembangunan Pasar Seketeng sesuai kontrak ungkap Syirajuddin, karena molornya waktu pada awal pengerjaan ketika penggalian pondasi. Manajemen Kontruksi (MK) yang ditunjuk selaku pengawas termasuk PPK menginginkan bangunan yang dikerjakan memenuhi standar. Untuk itu sebelum penggalian pondasi diminta untuk dilakukan uji lab baik kedalaman maupun ketahanan dari getaran gempa, serta hal-hal lainnya. Uji lab pun dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Tehnik UNRAM. Untuk proses uji lab ini membutuhkan waktu hampir satu bulan. Dan selama itu pula tidak ada aktivitas pengerjaan. Praktis masa pengerjaan menjadi molor. Inilah yang menjadi penyebab tidak tuntasnya pengerjaan Pasar Seketeng sesuai dengan masa kontrak yang ada.

Dengan adanya perpanjangan, kontraktor menyatakan kesanggupan menyelesaikannya dalam waktu 14 hari ke depan. Untuk fisik sudah, ungkap Syirajuddin, sudah selesai dikerjakan, hanya pekerjaan minor yang akan dituntaskan. Guna mempercepat proses ini, tenaga kerja yang ada akan ditambah dari 496 orang menjadi sekitar 550 orang. Selain itu pekerjaan dilakukan dalam tiga shif mulai pagi, siang hingga malam hari . “Ini sebagai bentuk komitmen kontraktor untuk mengejar keterlambatan itu. Jika dalam waktu 14 hari tidak juga selesai, maka akan dikenakan sanksi, diputus kontrak atau diblack list,” tandasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda