IISBUD Sarea Lahirkan 45 Sarjana Baru, Miftah: Siap Berkonstribusi

oleh -30 views

SUMBAWA BESAR, SR (8/12/2019)

Kebahagiaan menyelimuti wisudawan-wisudawati Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea (IISBUD Sarea). Penantian panjang dalam menyelesaikan study S1-nya di kampus yang berada di kaki Bukit Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa ini, berakhir sudah. Hal ini ditandai dengan diwisudanya 45 orang mahasiswa melalui Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Rektor setempat. Dari 45 orang ini, beberapa di antaranya kepala desa. Sidang tersebut dihadiri Gubernur NTB, Bupati Sumbawa, LLDikti Wilayah VIII Bali Nusra, Rektor Hamzanwadi (STKIP) Samawa, dekan, dosen, para wisudawan beserta keluarganya.

Rektor IISBUD Sare, Miftahul Arzak S.Ikom. MA dalam orasinya mengatakan bahwa IIISBUD sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) focus pada kajian social dan budaya. Sebab ketika membicarakan masalah pembangunan sistem, pembangunan teknik dan pembangunan lainnya, semua membutuhkan ilmu social dan ilmu budaya. Jika pembangunan sudah dilakukan, yang menjalankan adalah manusia. Dan yang berperan dalam pembangunan itu sendiri adalah sistemnya. Sistem itulah kebudayaan. Karena itulah setiap pembangunan di seluruh jagat raya ini memerlukan manusia yang paham dan focus pada kajian social dan budaya. “Inilah salah satu tujuan kami membangun kampus yang cendekia, humanis dan berbudaya ini dengan menyiapkan manusia-manusia yang focus dan memiliki keilmuan tentang sosial dan budaya, serta siap berkonstribusi,” ujarnya.

Wisuda kedua kali ini ungkap Miftah—akrab Rektor muda ini disapa, tidak hanya melahirkan orang-orang yang hebat dalam praktek tapi juga secara teoritis. Untuk mencapai hal itu beberapa cara dilakukan, salah satunya bekerjasama dengan Lembaga Musik Samawa yang dinakhodai oleh Sigar Catiano. Sebagai rangkaian dari kegiatan wisuda ini, digelar beberapa seminar termasuk melakukan bedah buku. Dalam bedah buku ini, IISBUD mengundang keluarga para pejuang untuk memperebutkan kemerdekaan Indonesia di Sumbawa. Sebagai bentuk apresiasi kampus terhadap perjuangan ini, Rektor Miftah menyatakan akan menggratiskan anak dan cucu para pejuang yang kuliah di IISBUD. Kemudian dalam rangka mendukung Program Gubernur NTB, dua kelompok mahasiswa IISBUD mendapat undangan dari Dikti untuk melaksanakan kegiatan social, di antaranya menggelar Seminar Zero Waste.

Baca Juga  Bunga Oktaviani, Siswa SMAN 3 Sumbawa Pembawa Bendera Merah Putih

Di bagian lain, Rektor mengutip pesan Mendikbud, Nadiem Makarim. Dalam pesannya Mendikbud mengatakan bahwa dunia saat ini telah masuk pada fase yang tidak menentu. Gelar tidak lagi menjamin kompetensi, mahasiswa lulus bisa langsung berkarya, akrediatasi tidak menjamin mutu, dan belajar tidak harus di kelas. Pesan ini menurut Rektor Miftah, menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi perguruan tinggi termasuk civitas dan keluarga besar IISBUD Sarea. Namun demikian disadari atau tidak, pesan Mendikbud itu sudah dilaksanakan IISBUD. Sebab sudah banyak praktisi hukum, ilmu social dan budaya yang sudah dilahirkan dari kampus ini. Bahkan beberapa di antaranya, belum lulus pun tapi sudah bisa berkarya.

Ia berharap kemampuan yang dimiliki dan ilmu yang diperoleh di IISBUD Sarea, dapat menambah kebermanfaatan bagi sekitarnya. Karena kampus tidak hanya menjadi transformasi ilmu namun juga mendewasakannya. “Jangan sampai kita menjadi orang yang sudah mati di umur 30 tahun, tapi baru dikubur di usia 60 tahun, karena banyak di antara kita yang tidak punya keberanian untuk berkreasi, berinovasi bahkan untuk bermimpi sekalipun, sebagaimana pesan Bapak Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc yang viral di media sosial,” tandas Rektor Miftah.

 

Sementara Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten II Sekda Ir. H. Iskandar D, M.Ec.Dev menyampaikan rasa bangga kepada para wisudawan. Keberhasilan ini bukan akhir tapi menjadi awal untuk berbuat dan bergerak lebih jauh. Teruslah mengasah diri karena kedepan dunia itu menjadi milik orang yang lebih baik dua kali lipat dari orang-orang pada hari ini. Artinya, masa depan akan dikuasai oleh orang yang kreatif, tangguh dan mumpuni. “Jangan bangga dengan banyak pengalaman tapi minim pengetahuan. Olah terus pengetahuan amak akan lahir ilmu,” imbuhnya.

Baca Juga  Mahasiswa KKL UNSA Sukseskan Festival Pesona Prajak

Bupati juga mengingatkan untuk tetap mempertahankan adat istiadat dan budaya. Jika ingin adat istiadat dan budaya itu bertahan, maka lingkungan harus dijaga. Pasalnya lingkungan adalah sumber inspirasi dan tempat menatap masa depan.

Di tempat yang sama Gubernur NTB diwakili Kadis Disnakertrans Provinsi NTB, M. Agus Patria SH MH menyambut positif kehadiran sarjana baru dari Kampus IISBUD Sarea. Pemerintah ungkap Agus Patria, siap berpartner dengan semua pihak di segala bidang termasuk para wisudawan ini. Sebab tidak mungkin pemerintah bekerja dan bergerak sendiri untuk membangun dan memajukan daerah bangsa dan negara. Tentunya membutuhkan pelibatan semua pihak termasuk para sarjana IISBUD yang merupakan orang-orang terbaik yang siap berkonstribusi.

Dikatakan Agus Patria, seluruh wisudawan sudah diberikan ilmu di Kampus IISBUD. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat bermanfaat bagi diri dan masyarakat. Ia juga berpesan kepada mahasiswa termasuk wisudawan untuk membuka dan memiliki jaringan. “Kian banyak teman, semakin banyak ilmu yang diperoleh,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda