Home / Ekonomi / Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Syafrudin Mbojo Serap Aspirasi Masyarakat Senayan

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Syafrudin Mbojo Serap Aspirasi Masyarakat Senayan

SUMBAWA BARAT, SR (6/12/2019)

Kehadiran H Muhammad Syafruddin ST MM—Anggota MPR RI di Desa Senayan Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa, disambut antusias masyarakat setempat. Kehadiran politisi PAN yang juga tercatat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI ini untuk bersilaturrahim sekaligus sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.

Dalam arahannya, Syafruddin Mbojo—sapaan populernya, mengatakan semangat NKRI sudah terlihat pada masyarakat Desa Senayan terutama ketika menyanyikan Lagu Indonesia Raya pada pembukaan acara yang sangat bersemangat. Karena itu Ia mengajak masyarakat untuk menyatukan semangat kebersamaan bagi keutuhan NKRI dan tidak terprovokasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan menghancurkan bangsa ini. “Kita harus selalu menanamkan pada diri kita bahwa NKRI harga mati. Karena membangun Indonesia harus dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Untuk memperkuat rasa cinta kepada NKRI, Syafruddin Mbojo berharap masyarakat dapat memahami 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila merupakan pilar pertama untuk kokohnya negara-bangsa Indonesia. Pemikiran dasar mengapa Pancasila berperan sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara karena sila yang terdapat di dalamnya menjadi belief system. Negara Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama sehingga dibutuhkan belief system yang dapat mengakomodir keanekaragaman tersebut. Pancasila dianggap sebagai pilar bagi Negara Indonesia yang pluralistik, seperti yang disebutkan pada sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Sila ini dapat diterima dan diakui oleh semua agama yang diakui di Indonesia dan menjadi common denominator. Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini merupakan pernyataan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Semua warga negara memiliki harkat dan martabat yang sama secara adil dan beradab. UUD 1945 merupakan pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Tentu saja masyarakat perlu memahami makna yang terdapat pada pembukaan Undang-Undang Dasar tersebut. “Tidak memahami prinsip yang terdapat pada pembukaan UUD 1945 maka tidak mungkin untuk melakukan evaluasi terhadap pasal-pasal yang ada pada batang tubuh UUD yang menjadi derivatnya,” imbuhnya.

Pilar ketiga, adalah Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI). Ada banyak bentuk negara di dunia ini. Dan para pendiri Bangsa Indonesia memilih bentuk Negara Kesatuan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui berbagai pertimbangan. Alasan utama para pendiri bangsa ini karena sejarah strategi pecah belah (devide et impera) yang dilakukan Belanda bisa berhasil karena Indonesia belum bersatu pada masa penjajahan.Terbukti, setelah Negara Indonesia berbentuk negara kesatuan, taktik pecah belah tersebut dapat dipatahkan. Inilah yang menjadi dasar dalam membentuk negara kesatuan.

Pilar Keempat, Bhineka Tunggal Ika. Indonesia memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “berbeda-beda tetapi satu jua”. Semboyan ini pertamakali diungkapkan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada pemerintahan Raja Hayamwuruk sekitar tahun 1350–1389. Sesanti atau semboyan itu dituangkan dalam karyanya Kakawin Sutasoma yang berbunyi “Bhinna Ika Tungga Ika, tan hana dharma mangrwa” yang berarti “berbeda-beda itu, satu itu, tak ada pengabdian yang mendua”. “Jadi semua kita sama walaupun beda agama, ras, golongan, kalau bicara Indonesia kita tetap satu yaitu Indonesia yang mempunyai hak yang sama,” ujarnya.

Setelah memaparkan 4 Pilar Kebangsaan, H Muhammad Syafrudin menyerap aspirasi masyarakat Desa Senayan. Banyak masukan dan permintaan yang disampaikan masyarakat kepada legislator yang menangani bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Bulog ini. Mulai dari bagaimana mengatasi kekeringan agar bisa bercocok tanam, pengadaan sumur bor, bibit sapi, bibit ikan, benih, bahkan roda tiga untuk mengangkut sampah. “Meski suara saya pada Pileg lalu di desa ini sangat sedikit, saya tetap datang sebagai apresiasi terhadap suara yang diberikan kepada saya. Saya milik rakyat Pulau Sumbawa bukan milik segelintir orang. Jadi dimanapun dan siapapun masyarakat di Pulau Sumbawa saya siap memperjuangkan aspirasinya. Untuk truk sampah besok akan ada penyerahan motor bak sampah dari aspirasi saya untuk masyarakat KSB,” tutupnya. (HEN/SR)

 

Lihat Juga

Sukseskan Pilkada Sumbawa, Bawaslu dan Wartawan Gelar Rakor

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6/8/2020) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi dengan seluruh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *