Tempati Lahan TNI AD, Belasan Rumah di Surya Bhakti Dirobohkan

oleh -19 views

Pendekatan yang Humanis, Eksekusi Berjalan Aman dan Lancar

SUMBAWA BESAR, SR (21/11/2019)

DPRD

Sejumlah bangunan rumah yang berada di Lingkungan Surya Bhakti, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, diratakan dengan tanah, Kamis (21/11/2019). Satu per satu rumah yang ditempati 17 kepala keluarga ini dirobohkan menggunakan alat berat. Upaya yang mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian tersebut merupakan pelaksanaan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Sumbawa. Pasalnya lahan seluas 2.532 meter persegi yang di atas berdiri belasan rumah tersebut adalah milik TNI Angkatan Darat (AD). Eksekusi tanah aset negara milik TNI AD itu dilakukan secara terbuka dihadiri Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, pihak PN Sumbawa, Pabandya BMN Slogdam IX/Udayana Letkol CZI I Ketut Sudirta, Danden Zibang Letkol CZI Edi Junaidi, Pasi Kumdam IX/Udyana Mayor CHK Daniel SH. MH., Kakumrem 162/Wira Bhakti Mayor CHK Sugito, SH., Kasi Intel Korem 162/WB Mayor Inf Hendra Sukmana, Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., dan masyarakat setempat.

Sebelumnya, juru sita PN Sumbawa membacakan putusan PN Sumbawa atas lahan yang ditempati oleh 17 KK tersebut dengan nomor perkara 33.pdt.G/2014/PN.SBB tanggal 28 April 2015. Putusan Pengadilan Tinggi Mataram nomor 98/PDT/2015/PT MTR tanggal 9 Oktober 2015 dan putusan Mahkamah Agung nomor 1371 K/PDT/2016 tanggal 13 Oktober 2016. Dalam putusan itu menyatakan benar bahwa tanah tersebut milik TNI AD.

Baca Juga  Digugurkan, Bacalon Kades Goa Menggugat, DPRD dan DPMPD Gelar RDP

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Inf Samsul Huda M.Sc, Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH dalam keterangannya kepada wartawan menyampaikan, eksekusi lahan tanah milik TNI AD dilakukan berdasarkan putusan hukum baik Pengadilan Negeri Sumbawa, Pengadilan Tinggi Mataram hingga Mahkamah Agung. “Jadi prosesnya sudah berjalan cukup lama dan karena sudah inkracht yang awalnya akan dieksekusi sebelum Pilpres, namun karena perkembangan situasi politik pada saat itu tidak memungkinkan sehingga ditunda sampai hari ini,” ujarnya.

Danrem kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya juga sudah melakukan pendekatan semaksimal mungkin secara soft atau lunak seperti sosialiasi dan pendekatan secara humanis dengan harapan tidak ada benturan-benturan fisik dan sebagainya pada saat eksekusi. “Syukur Alhamdulillah berkat sosialisasi yang dibantu teman-teman sehingga pelaksanaan eksekusi berjalan aman dan lancar, dan tidak ada benturan sekecil apapun,” ungkapnya.

Selain itu, sambung pria kelahiran Jakarta tersebut, pihaknya sudah membuat dan melayangkan surat peringatan hingga tiga kali serta himbauan secara lisan dan tulisan, agar warga yang menempati tanah tersebut bersedia meninggalkannya lokasi atas kesadarannya. “Terimakasih atas kesadaran masyarakat karena bersedia meninggalkan lokasi dan kami mohon maaf jika ada tutur kata dan tingkah laku dalam pelaksanaan eksekusi yang kurang berkenan di hati masyarakat. Itu tidak lain karena kami menjalankan tugas untuk menyelamatkan aset negara. Ini bukan aset perorangan atau kelompok,” tambah Danrem.

Baca Juga  Pelajar SMAN 1 Moyo Utara Siap Jadi Pelopor Tertib Lalulintas

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas dukungan dalam pelaksanaan eksekusi yang berjalan aman dan lancar. Proses ini berjalan karena sebelumnya sudah melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. (JEN/SR)

DPRD DPRD