Lahan Eksekusi akan Dibangun Kantor Subden POM Sumbawa

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/11/2019)

Lahan seluas 2.532 meter persegi milik TNI Angkatan Darat (AD) yang berlokasi di Lingkungan Surya Bhakti (Karang Cemes) Kelurahan Pekat Kecamatan Sumbawa, telah steril dari bangunan dan rumah milik 17 kepala keluarga. Hal ini setelah dilakukan eksekusi dengan cara dirobohkan menggunakan alat berat, Kamis (21/11/2019) pagi.

DPRD

Eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri Sumbawa dan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dipimpin Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Burhanuddin ini, berjalan aman dan lancar. Secara sadar penghuni rumah tersebut yang sebelumnya dihimbau dan pendekatan secara humanis, mengemasi barang dan meninggalkan tempat itu. Proses eksekusi yang dilakukan berdasarkan putusan PN Sumbawa nomor perkara 33.pdt.G/2014/PN.SBB tanggal 28 April 2015, Putusan Pengadilan Tinggi Mataram nomor 98/PDT/2015/PT MTR tanggal 9 Oktober 2015 dan putusan Mahkamah Agung nomor 1371 K/PDT/2016 tanggal 13 Oktober 2016 ini, disaksikan Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, pihak PN Sumbawa, Pabandya BMN Slogdam IX/Udayana Letkol CZI I Ketut Sudirta, Danden Zibang Letkol CZI Edi Junaidi, Pasi Kumdam IX/Udyana Mayor CHK Daniel SH. MH., Kakumrem 162/Wira Bhakti Mayor CHK Sugito, SH., Kasi Intel Korem 162/WB Mayor Inf Hendra Sukmana, Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., dan masyarakat setempat.

Kepada sejumlah wartawan, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menjelaskan, bahwa ke depan lahan yang telah dieksekusi ini akan dibangun Kantor Subden POM Sumbawa. Danrem beralasan agar kantor Subden POM ini dekat dengan kota sehingga koordinasinya lebih cepat dan mudah. Selama ini Kantor Subden POM masih menempati lokasi dengan status menumpang.

Baca Juga  Ada Unsur Korupsi di Proyek Tanah Urug Pasar Brangbara

Terkait dengan eksekusi, perwira dengan tiga melati ini, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat terutama yang sebelumnya menempati lahan tersebut yang secara sadar meninggalkan lokasi. Danrem menyampaikan permohonan maaf jika ada tutur kata dan tingkah laku dalam pelaksanaan eksekusi yang kurang berkenan di hati masyarakat. “Itu tidak lain karena kami menjalankan tugas untuk menyelamatkan aset negara. Ini bukan aset perorangan atau kelompok,” demikian Danrem. (JEN/SR)

DPRD DPRD