Setelah GANESA, Giliran BETAS Digelandang Polisi

oleh -26 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/11/2019)

Kelompok anak muda yang dikenal dengan sebutan GANESA (Ganas Nekat Sadis) kini tak terdengar lagi setelah polisi melakukan tindakan tegas. Sejumlah pentolan GANESA ditangkap menyusul keterlibatan kelompok itu dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan calon pengantin. Hilangnya nama GANESA dari peredaran, sekarang muncul kelompok anak muda yang menamakan diri BETAS (Berandalan Tanpa Batas). Kelompok ini terjaring anggota Polsubsektor Kota saat berkumpul di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Sabtu (15/11) malam. Selanjutnya kelompok tersebut digelandang ke Polres Sumbawa untuk pembinaan lebih lanjut.

DPRD

Kepala Polisi Sub Sektor Kota Sumbawa, IPDA M Yusuf yang dihubungi SAMAWAREA, menuturkan, diamankannya Kelompok BETAS ini berawal dari kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan melibatkan semua fungsi seperti Sabhara, Intel, Reskrim dan Polsubsektor Kota selaku imbangan. Salah satu lokasi sasaran kegiatan adalah Lapangan Pahlawan (LP). Di tempat itu tim menemukan sekelompok anak muda yang memakai kaos seragam bertuliskan BETAS alias Berandalan Tanpa Batas. Ketika diperiksa ditemukan senjata tajam dan minuman keras (Miras). Sekelompok anak muda ini langsung diangkut dan digiring ke Polres Sumbawa. Selain kegiatan tersebut, IPDA Yusuf mengaku pihaknya juga mengunjungi lokasi-lokasi mangkal anak muda yang diduga sering terjadi tindak pidana seperti tawuran dan miras. Di antaranya Taman Genang Gening Kecamatan Unter Iwis. “Kami dari Polsubsektor Kota mengedepankan aspek preemtif dan preventif serta himbauan himbauan Kamtibmas dengan tujuan untuk mengurangi tindakan tindakan pidana yang sering terjadi di Sumbawa. Ini sebagai upaya imbangan yang dilakukan oleh satuan atas,” ungkapnya, seraya mengatakan dalam melaksanakan kegiatan itu pihaknya melibatkan Satpol PP, Disperindag, Pemerintah Desa dan Bhabinkamtibmas, guna memberikan pengertian pemahaman kepada pedagang di Taman Genang Genis agar menaati semua aturan terkait waktu buka dan tutup jualan. “Intinya Kamtibmas harus tetap terjaga demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” demikian perwira low profil ini. (JEN/SR)

DPRD DPRD
Baca Juga  Jarot--Mokhlis: Putusan Bawaslu Bukan Putusan Final