Desember 2019, Pembangunan Pasar Seketeng Selesai

oleh -54 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/11/2019)

Masyarakat Kabupaten Sumbawa akan segera memiliki pasar terbesar, megah dan representatif di Pulau Sumbawa. Sebab tidak lama lagi, Pasar Seketeng yang dikerjakan PT Citra Persada KSO ini akan selesai sesuai kontrak sampai Desember 2019 mendatang. Sejak peletakan batu pertama 19 Juli lalu oleh Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, hingga minggu kedua Bulan November ini, pengerjaan pasar berstandar nasional senilai Rp 78 Miliar tersebut, sudah mencapai 72 persen. Hal ini sedikit melebihi target yang ditetapkan. Kontraktor pelaksana optimis salah satu proyek unggulan pemerintahan Husni—Mo ini selesai sesuai kontrak. Namun pelaksana tetap memaksimalkan pengerjaan dan dikebut siang-malam. Selain itu ada tambahan ratusan tukang yang sekarang tercatat mencapai 300 orang, di samping alat dan bahan telah siap sedia.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Arif Alimsyah menjelaskan Pasar seketeng ini adalah pasar yang pembangunan dan pengelolaannya mengacu pada standar nasional Indonesia (SNI). Pasar rakyat modern ini akan dibangun dua lantai yang terdiri dari tiga blok. Luas keseluruhan bangunan mencapai 22.000 meter persegi. Pasar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya musholla, toilet yang refresentatif sebanyak 16 unit, pengelolaan Air Limbah (IPAL), akses ramah disabilitas, klinik kesehatan, ATM center, laboratorium POM, ruang pengelola lahan parkir, taman serta fasilitas lainnya.

Baca Juga  Tabung Elpiji Meledak, Satu Rumah Terbakar

Pembangunan pasar dibangun dua tahap yaitu tahun 2019 dan 2020. Tahap pertama saat ini akan dibangun blok B dan Blok C sampai tuntas. Selain itu fondasi untuk blok A. Kontraknya telah dimulai sejak tanggal 20 Juni 2019 sampai dengan tanggal 16 Desember 2019.

Untuk diketahui, Pasar Seketeng adalah pasar terbesar di Kabupaten Sumbawa yang dibangun pada tahun 1981 dengan luas area 12.500 m2 (meter persegi). Setelah dilakukan pembebasan lahan pada tahun 2019, luas lahan Pasar Seketeng saat ini menjadi 15.000 m2 atau 1,5 hektar dengan jumlah pedagang sebanyak 2.163 orang. Dan Pasar Seketeng adalah satu-satunya pasar Type A di Kabupaten Sumbawa. Sebelum dibangun kembali pada tahun ini, Pasar Seketeng telah direnovasi beberapa kali. Terakhir direnovasi pada tahun 2011 atau delapan tahun yang lalu dengan anggaran yang bersumber dari dana CSR PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), tetapi belum mampu mengakomodir jumlah pedagang yang ada di pasar itu. Akibatnya pedagang terpaksa harus berjualan di luar area pasar sampai menggunakan badan Jalan Dr Cipto dan Jalan Mujair sehingga menyebabkan kesemrawutan dan kemacetan lalulintas. Dengan terbangunnya pasar ini, kesan yang selama ini bahwa pasar identik dengan kotor, becek, kumuh, dan bau, akan hilang. Karena pasar ini adalah pasar rakyat yang dibangun dengan protoype sesuai dengan aturan Menteri Perdagangan dengan memperhitungkan sirkulasi udara, pencahayaan, air bersih yang bangunan dan pengelolaannya sesuai dengan SNI. Pasar Seketeng menjadi  pusat perekonomian yang sangat vital bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa. Namun dengan adanya musibah kebakaran yang terjadi 23 Januari 2019 lalu, aktivitas perdagangan di Pasar Seketeng untuk sementara dialihkan ke Taman Kerato.

Baca Juga  “Expo Gerbang Barat” Bakal Menghentak Sumbawa

Pasar Seketeng adalah salah satu program strategis pemerintahan HM Husni Djibril B.Sc—Drs. H. Mahmud Abdullah, selain RSUD Sumbawa (lokasi relokasi Genang Genis). Meski keterbatasan anggaran daerah, pemerintahan Husni Mo mengambil langkah berani merealisasikan dua program tersebut.

Sebagaimana diungkapkan Bupati HM Husni Djibril beberapa waktu lalu bahwa dengan segala keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah, pihaknya mengambil langkah berani untuk masuk ke pusaran masalah kemudian menyelesaikannya. Ini semata-mata agar dua fasilitas strategis (Pasar Seketeng dan RSUD Sumbawa) yang menjadi kebutuhan publik ini tak sekedar menjadi “wacana warisan” yang kemudian akan diwariskan kembali ke periode pemerintahan selanjutnya terlepas dari siapapun yang akan diberikan amanah oleh rakyat Sumbawa. “Lebih baik kita melangkah, kemudian kita menemukan masalah lantas menyelesaikannya ketimbang tidak pernah berbuat apa apa karena takut menghadapi masalah,” pungkasnya. (SR/*)

 

DPRD DPRD