Polisi Tetapkan 4 Tersangka Utama Pengeroyok Calon Pengantin

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2019)

Kerja cepat polisi dalam mengungkap kasus pengeroyokan disertai penebasan calon pengantin di depan Hotel 99, patut diacungi jempol. Setelah melakukan penyelidikan, empat terduga pelaku utama dibekuk. Mereka adalah SN (19) warga Desa Lape, ES (19) warga Desa Dete, DA (20) warga Desa Lantung dan AP (19) warga Desa Ngeru. Keempatnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani proses hukum.

DPRD

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Aprihadi SH dalam jumpa persnya, Selasa (15/10/2019) mengatakan, penangkapan ini berdasarkan keterangan sembilan saksi dan hasil rekaman CCTV. Satu per satu para tersangka ini diangkut. Dalam pemeriksaan terungkap SN bersama ketiga terduga lainnya menyerang korban Arnold menggunakan senjata tajam jenis parang.  Parang tersebut milik ES namun digunakan AP untuk menebas korban. Kemudian pedang itu diambil SN yang ikut melukai korban. Akibatnya korban mengalami luka bekas senjata tajam di bagian lengan kanan, pundak kanan dan punggung. AP ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir. Sedangkan barang bukti sebilah parang sepanjang 70 cm dan gagang berwarna hitam, diakui SN sudah dibuang di wilayah Pejolo Desa Dete, Kecamatan Lape. Sampai saat ini polisi masih mencari barang bukti tersebut. Selain itu kasusnya terus dikembangkan terhadap kemungkinan adanya tersangka lain.

Baca Juga  Kapolda ke DPRD Provinsi Minta Diterima Sebagai Warga NTB

Dituturkan Kasat Faisal, kasus ini bermula ketika tersangka RK merayu calon istri korban Yuniar Widya Stavani. Korban keberatan lalu menghampiri RK. Tak lama muncul SN—rekan RK. SN dan korban pun terlibat cekcok yang berujung perkelahian. Saat itulah rekan-rekan SN datang mengeroyok korban. Di antara pelaku ada yang membawa senjata tajam jenis parang yang digunakan untuk menganiaya korban. Terhadap perbuatan para tersangka ini dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. (JEN/SR)

DPRD DPRD