Anggaran Pembebasan Lahan Bendungan Kerekeh Diupayakan dari APBN dan Provinsi

oleh -33 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAGIAN PERTANAHAN SETDA KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2019)

Rencana Pembangunan Bendungan Kerekeh Kecamatan Unter Iwis Kabupaten Sumbawa terus diupayakan. Selain mengintensifkan sosialisasi, anggaran pembebasan lahan lokasi pembangunan bendungan tersebut terus diupayakan. Pasalnya direncanakan ganti rugi lahan sebagai kompensasi dari pembebasan lahan masyarakat tersebut akan dilaksanakan 2020 mendatang.

Kepala Bagian Pertanahan Setda Kabupaten Sumbawa, Khaeruddin SE., M.Si yang ditemui Selasa (15/10), mengatakan Bupati Sumbawa telah menugaskan pihaknya bersama Asisten III Sekda Sumbawa untuk mencari dukungan alternative pembiayaan pembebasan lahan baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi NTB. “Bendungan ini sangat stategis untuk bisa direalisasikan. Kita berharap Pemprov dan Pusat dapat mendukung proses biaya pembebasan lahan,” pintanya.

Sebab berdasarkan hasil study yang dilakukan Tim BWS, ada sekitar 98 meter lahan yang dibutuhkan untuk dibebaskan. Tercatat 60 hektar lahan sawah, 96 hektar tegalan, 141 hektar kawasan hutan yang harus diganti. “Kalau hanya Pemda Sumbawa saja yang menanggung biaya pembebasan lahan, sepertinya sangat berat. Terlebih lagi tahun 2020 beban anggaran kita sudah sangat besar termasuk membiayai pelaksanaan Pilkada,” kata Her—akrab pejabat ramah ini disapa.

Dengan jelasnya anggaran pembebasan lahan pada Tahun 2020, lanjut Her, pembangunan Bendungan Kerekeh sudah dilaksanakan pada Tahun 2021. Karena BWS ingin ada komitmen sumber anggaran baru, sehingga mereka bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. “Upaya kita mungkin dalam minggu ini akan melobi ke Kementerian PU atau Kementerian Keuangan. Nanti skemanya seperti apa kita belum tahu, kita harapkan full, kalau skala nasional itu tidak masalah,” ungkap Her.

Baca Juga  Wabup KSB Himbau Masyarakat Tidak Bepergian Keluar Daerah

Sebelumnya Bupati Sumbawa HM Husni Djibril, B.Sc saat membuka secara resmi sosialisasi Bendungan Kerekeh Kecamatan Unter Iwes, 27 September lalu menyampaikan bahwa apa yang menjadi dambaan masyarakat Desa Kerekeh selama ini yaitu pembangunan Bendungan Kerekeh, akan segera terwujud. Bupati berharap kepada seluruh warga agar turut mendukung pembangunan Bendungan Kerekeh yang akan dimulai dengan pembayaran ganti rugi tanah atau lahan milik masyarakat yang menjadi lokasi pembangunan Bendungan Kerekeh pada tahun anggaran 2020 mendatang.

Sementara Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Provinsi NTB melalui Pelaksana Perencanaan Danau Situ Embung dan Bendungan Muhammad Rifai, ST., MT mengatakan Bendungan Kerekeh direncanakan terletak di Dusun Selang Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa dengan koordinat geografis X = 542776,623 dan Y = 9053457,376. Sejumlah tahapan Studi Perencanaan Bendungan ini untuk merealisasikan rencana tersebut sudah dilakukan telah dilaksanakan BWS Nusa Tenggara I sejak tahun 2008. Yaitu pra studi kelayakan dilanjutkan dengan studi kelayakan tahun 2013, detail desain dan model test tahun 2014, perencanaan LARAP 2015, studi AMDAL 2019 dan sertifikasi desain direncanakan pada tahun 2020.

Lebih jauh dijelaskan Rifai, Bendungan Kerekeh mulai dibangun pada tahun 2021. Bendungan ini memiliki tinggi 61 meter, dan panjang 723 meter. Selain itu memiliki tampungan efektif mencapai 31,58 juta m3. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari pembangunan bendungan ini adalah sebagai pengendalian banjir yang mampu mereduksi 28 % (Q25), untuk pemanfaatan areal irigasi seluas 4500 Ha, penyediaan air baku 260 lt/dt, tenaga listrik mikro Hidro 270 kw dan pengembangan pariwisata. (SR)

iklan bapenda