Home / Politik / Lalu Hermawansyah, Pulang Kampung untuk Sumbawa Baru

Lalu Hermawansyah, Pulang Kampung untuk Sumbawa Baru

SUMBAWA BESAR, SR (5/10/2019)

Kian dekatnya kontestasi Pilkada Sumbawa, memunculkan banyak figur. Niat mereka sangat mulia, ingin membangun Sumbawa dan membuat masyarakat sejahtera. Tekad ini salah satunya ditunjukkan Lalu Hermawansyah SE. Tokoh yang telah lama berkiprah di Jakarta dan menjadi orang penting di jajaran Pertamina pusat, memilih pulang kampung. Putra Sumbawa kelahiran Alas 17 Juli 1961 ini ingin memanfaatkan momen Pilkada Sumbawa agar bisa berbuat lebih banyak untuk Tau dan Tana Samawa. Memang belum banyak yang mengenal figur satu ini. Namun bagi orang Sumbawa yang tinggal dan menetap di Jakarta atau kawasan Jabodetabek pasti sangat akrab dengan sosok ini. Lalu Her—akrab Ia disapa, adalah Ketua Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta Raya (IKASUM JAYA). Selain itu Lalu Her yang sekarang tinggal di Komplek Panto Daeng Sumbawa juga sangat dikenal di jajaran Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) karena merupakan Dewan Penakar Adat LATS.

Dalam silaturrahimnya dengan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa, Sabtu (5/10), Lalu Her didampingi kakak kandungnya, Lalu Ayuk, mengaku tawaran untuk mengikuti suksesi Pilkada Sumbawa sudah tercetus sejak 10 tahun lalu. Saat itu tenaga dan pikirannya masih focus untuk mengembangkan dan memajukan Pertamina pusat, sehingga tawaran tersebut belum bisa dipenuhinya. Meski telah pensiun dari Pertamina sejak 2017 lalu, namun Lalu Her sampai sekarang masih dipercaya sebagai Konsultan PT. Synergy Risk Management, dan manajemen PT. Tugu Re Asuransi Indonesia—kedua perusahaan ini bagian dari Pertamina Group. Dengan jabatan ini, Lalu Her mengaku tersedia cukup waktu guna mengabdi lebih banyak bagi daerah ini. Untuk mengikuti Pilkada Sumbawa, Lalu Her menyadari masih banyak orang yang belum mengenalnya. Itu sangat wajar karena selama ini hidup dan bekerja di Ibukota Negara. Hal itu tidak menjadi persoalan mengingat tahapan Pilkada masih panjang dan banyak waktu untuk melakukan sosialisasi. Ia maju mengikuti suksesi ini ingin mewakafkan sisa hidupnya untuk Sumbawa. Keputusannya maju akan memberi warna bagi peta perpolitikan di daerah ini. Dengan mengusung tagline “Sumbawa Baru” mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut ingin mewujudkan masyarakat Sumbawa yang religius, demokratis dan modern. “Saat ini saya ingin mencari kepercayaan dari masyarakat Sumbawa, apakah saya pantas untuk maju dalam Pilkada mendatang,” ujar Lalu Her.

Ditanya jalur yang akan ditempuhnya untuk mendapatkan tiket sebagai bakal calon pada Pilkada Sumbawa ? Lalu Her mengaku tidak tertarik menjadi calon perseorangan (independen). Ia lebih tertarik melalui jalur partai politik. Terhadap hal ini Lalu Her akan menjajal semua parpol. Untuk mengawalinya sudah terjalin komunikasi dengan beberapa parpol, salah satunya memasukkan lamaran ke DPC Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Sumbawa. Mengenai posisinya nanti apakah maju menjadi calon Bupati atau Wakil Bupati, menurutnya, tergantung dari komunikasi politik yang sedang dibangun. “Posisi bukan menjadi ukuran, yang jelas saya ingin mengabdi untuk Sumbawa. Memang pengabdian tidak harus melalui Pilkada dan bisa dilakukan secara mandiri. Tapi jika dilakukan secara pribadi, mungkin hanya akan dinikmati oleh keluarga saja. Tapi jika menjadi kepala daerah, manfaatnya pasti bisa dirasakan masyarakat luas,” kata Lalu Her.

Dia akan ‘menjual’ kemampuannya melalui program kerja yang tentu berpihak pada kearifan lokal dan pengembangan ekonomi masyarakat. Sumbawa dengan kekayaan potensi yang dimiliki dan luas wilayah lebih besar dibandingkan jumlah penduduknya, membutuhkan terobosan. Salah satunya dalam menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, BUMD harus direvitalisasi. Sehingga bisa lebih memberikan manfaat kepada masyarakat. Salah satu caranya, bagaimana membuat BUMD bergerak di segala lini. Contohnya potensi jagung. Bagaimana cara mendekatkan potensi ini dengan pengolahannya. Kemudian Ia juga berkeinginan menjadikan Sumbawa menjadi destinasi belajar, sehubungan dengan niat belajar masyarakat yang cukup tinggi. “Sumbawa punya potensi. Banyak kampus terkenal di Sumbawa. Jika Sumbawa dijadikan sebagai tujuan belajar, berarti orang Sumbawa tidak harus kuliah di luar. Sebaliknya orang luar menjadikan Sumbawa sebagai tujuan belajar. Tentu kita menghadirkan dosen-dosen terbaik di bidangnya, maka akan menjadi magnet bagi siapa saja untuk datang menimba ilmu sehingga proses pembelajaran akan lebih berkembang,” bebernya.

Sementara Baijuri Bulkiah—salah satu tokoh Sumbawa yang dimintai tanggapannya terhadap Lalu Her, menilai sosok tersebut sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sehingga saat pantas untuk maju membangun daerah. Sebenarnya Lalu Her dari jauh sudah lama memantau pembangunan di Sumbawa. Namun kata BJ—sapaan singkatnya, pembangunan dinilai masih belum jelas. Karena itu, Lalu Her memutuskan untuk kembali ke Sumbawa. “Saudara kami ini sudah selesai dengan dirinya. Dan sekarang siap untuk membangun dan menjadi Sumbawa lebih maju dan berkembang dari daerah lain,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Tim Kerja Pimpinan DPD RI Resmi Tolak RUU HIP

JAKARTA, samawarea.com (6/7/2020) Tim Kerja Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia resmi mengeluarkan rekomendasi dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *