Home / HukumKriminal / Front Masyarakat Desa Usar Segel Kantor Desa

Front Masyarakat Desa Usar Segel Kantor Desa

SUMBAWA BESAR, SR (3/10/2019)

Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Masyarakat Desa Usar kembali menggelar aksi demo, Kamis (3/10). Aksi kali ini dilakukan di tiga titik yakni Kantor Desa Usar, Kantor DPRD dan Kantor Bupati Sumbawa untuk mendesak PT Karya Tani Semesta (KTS) angkat kaki dari wilayah tersebut karena tidak memberikan konstribusi bagi masyarakat sekitar. Dalam aksinya yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian ini, massa aksi menyegel kantor desa.

Korlap Aksi, Ade Panglima SH dalam orasinya menyatakan kekecewaan karena pemerintah desa tidak menindaklanjuti tuntutan pada aksi sebelumnya yang mendesak PT KTS angkat kaki. PT KTS dinilai sangat tertutup. Sejak beroperasi 2016 hingga 2019 ini, perusahaan tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat. Terutama dalam menyalurkan CSR yang merupakan program peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan dan tanggung jawabnya dalam menjamin bahwa kegiatan operasionalnya yang mampu menghasilkan barang atau jasa secara ekonomis, efesien dan bermutu. Lebih jauh ditegaskan Ade, perusahaan juga berkewajiban mematuhi hukum dan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI. Kondisi tersebut pada akhirnya akan membuat proses produksi dan pemasaran produk yang dihasilkan oleh perusahaan akan berjalan lancar dengan hasil yang maksimal. Tentu semangat CSR diharapkan mampu menciptakan keseimbangan perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Karena itu Front Masyarakat Desa Usar mengajukan 7 tuntutan. Pertama, meminta Kades Usar Kecamatan Plampang mencabut rekomendasi ijin PT Karya Tani Semesta. Kedua, PT Karya Tani Semesta harus memprioritaskan warga Usar sebagai karyawan/tenaga kerja di perusahaan tersebut. Tiga, Camat Plampang diminta tidak menutup mata dengan keberadaan PT Karya Tani Semesta yang tidak menjalankan kewajibannya. Keempat, meminta DPRD Kabupaten Sumbawa segera memanggil pihak perusahaan sebab telah melanggar UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Bupati Sumbawa No. 6 Tahun 2013 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Lima, Bupati Sumbawa bertanggung jawab atas kurangnya pengawasan internal pemerintah yang telah merugikan masyarakat Desa Usar. Enam, segera menaikkan gaji buruh kasar dari Rp 1000 per kilogram menjadi Rp 2000 per kilogram. Ketujuh, PT Karya Tani Semesta tidak boleh menolak bawang dari petani baik yang kecil maupun besar, harus diambil sesuai kondisi bawang. Jika semua tuntutan tersebut tidak diindahkan, mereka mengancam akan menggelar aksi besar-besaran dengan menduduki perusahaan tersebut. “Mulai hari ini PT Karya Tani Semesta tidak boleh beroperasi selama tuntutan kami belum dilaksanakan,” tegas Sunardin S.Pd selaku Humas Front Masyarakat Usar dan LP-KPK

Menanggapi aksi itu, Staf PT KTS, Yudi menyatakan sangat menghargai segala tuntutan pendemo. Mengenai tenaga kerja, Yudi menyatakan bisa dari mana saja. Sedangkan upah, sudah melebihi UMR (Upah Minimum Regional) yakni sebesar Rp 1,4 juta. Ini dari kalkulasi Rp 1000 per kilogram dan pekerja bisa mendapatkan Rp 60 ribu per hari/orang.

Sementara Kades Usar melalui Sekretaris Desa, Inggun Azis kepada SAMAWAREA menyebutkan bahwa PT. Karya Tani Semesta sudah memberikan konstribusi Rp 5 juta per tahun dan sumbangan sosial lainnya kepada masjid, di samping merealisasikan proposal kegiatan masyarakat.

Pantauan media ini, setelah beraksi di Kantor Desa Usar, massa bertolak ke Gedung DPRD Sumbawa lalu ke Kantor Bupati untuk menyampaikan hal yang sama. (BUR/SR)

Lihat Juga

Tim Kerja Pimpinan DPD RI Resmi Tolak RUU HIP

JAKARTA, samawarea.com (6/7/2020) Tim Kerja Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia resmi mengeluarkan rekomendasi dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *