Home / Pendidikan / Andy Tirta, Mengabdi untuk Tau dan Tana Samawa
Dr. Andy Tirta M.Sc

Andy Tirta, Mengabdi untuk Tau dan Tana Samawa

SUMBAWA BESAR, SR (2/10/2019)

Nama Dr. Andy Tirta M.Sc sekarang ini menjadi pembicaraan hangat masyarakat Sumbawa. Ini bukan karena jabatannya sebagai Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Namun karena dia diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai Calon Bupati atau Wakil Bupati pada Pilkada Sumbawa 2020 mendatang. Tokoh yang dikenal muda dan cerdas ini bakal memberikan warna politik di daerah ini. Meski Bang Boy—sapaan Andy Tirta, bukan lahir dan besar di Sumbawa tapi respon masyarakat terhadapnya sangat positif. Tentu saja kehadiran Ahli Metalurgi jebolan Yeungnam University, Korea ini, mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Sumbawa. Banyak yang mengatakan Sumbawa memerlukan lompatan besar untuk bisa sejajar dengan daerah lain yang lebih dulu maju. Tentu dibutuhkan figur muda, cerdas dan memiliki jaringan luas, serta visioner seperti Andy Tirta. Tapi ada yang berpikiran bahwa masyarakat Sumbawa sulit menerima Andy Tirta karena bukan orang Sumbawa. Sikap egaliter masyarakat Sumbawa hanya pada tataran hidup berdampingan secara damai dengan pendatang, dan terbuka bagi pendatang untuk mencari nafkah di Tana Samawa ini. Bukan menjadi pemimpin. Tapi ini masih anggapan, karena sejarah mencatat Bupati Sumbawa pernah dijabat Jacob Koswara yang bukan orang Sumbawa, namun berhasil memajukan Sumbawa.

Terhadap hal ini, Dr. Andy Tirta yang ditemui SAMAWAREA, mengakui jika dirinya bukan lahir dan besar di Sumbawa, namun hatinya sudah tertaut dengan Samawa. “Jangan-jangan saya lebih ‘Tau Samawa’ daripada orang yang mengatakan bahwa saya bukan Tau Samawa,” kelakarnya.

Ia terinspirasi dengan buku yang ditulis Budayawan Sumbawa, Aries Zulkarnain berjudul “Adat dan Rapang Tana Samawa”. Dalam buku itu dijelaskan bahwa Tau Samawa itu bukan hanya orang yang lahir di Sumbawa dan memiliki darah Sumbawa, melainkan orang yang menetap di Sumbawa dan memiliki keterikatan hati dengan Sumbawa serta mau membangun Sumbawa. Sejak hampir 4 tahun mengabdi dan menetap serta memboyong keluarganya ke Sumbawa, Ia sudah merasakan bahwa Tana Samawa adalah tanah kelahirannya. Dia berinteraksi dan melakukan hal-hal yang mungkin bermanfaat bagi banyak orang serta melakukan sesuatu bagi daerah ini terutama di bidang pendidikan melalui kepemimpinannya di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS)—kampus yang kian maju dan berkembang. Melalui UTS, Andy Tirta banyak menjalin kerjasama dengan pengusaha dan para pakar di berbagai bidang untuk melakukan investasi dan riset yang muaranya bagi kemajuan Sumbawa. “Saya punya peduli, punya kapabilitas, dan pengalaman. Saya sadar ada hal yang saya tidak tahu yang lain mungkin sudah punya. Dan juga hal yang saya tidak tahu tapi saya yakin yang lain juga begitu. Sebaliknya ada pengalaman yang saya punya tapi mereka gag punya dan juga ada pengetahuan yang saya punya tapi mereka gag punya. Apa yang belum saya ketahui, insyaa Allah saya tahu bagaimana cara mencari tahu,” pungkasnya.

Mengenal Lebih Dekat Dr Andy Tirta

Dr. Andy Tirta, M.Sc., atau yang biasa disapa ‘Boy’, sebelum menjadi Rektor di Universitas Teknologi Sumbawa (ITS) aktif di beragam organisasi sosial kemasyarakatan. Ia pencentus program Scholarship Camp di Ikatan Alumni Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI) yang mempersiapkan para alumni FTUI untuk berkuliah ke luar negeri dengan skema beasiswa. Ketika di Korea Selatan, ia mendapatkan Penghargaan Tertinggi (Excellence Award) dari KBRI di Seoul Korea, atas kontribusinya dalam mendukung misi KBRI melalui beragam aktivitas sosial kemasyarakatan. Di antaranya yaitu, aktif dalam pembinaan dan pengembangan para Pekerja Migran Indonesia di Korea dalam beragam organisasi (sebagai Direktur Union Migrant –UNIMIG Korea. Dewan Syuro Masjid Al-Amin di Daegu, dan Penasihat dan Tutor di Universitas Terbuka Indonesia di Korea. Pada tahun 2011-2012, Dr Andy diamanahi memimpin lebih dari 700 mahasiswa Indonesia se-Korea dengan menjadi Presiden Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA) dan menginisiasi kegiatan One Indonesia Day, yang berhasil mengumpulkan ribuan WNI di Korea dari beragam background yaitu pelajar, pekerja, professional dan birokrat. Karenanya pula Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Nicholas T. Damien memberikan kesempatan kepadanya untuk mewakili WNI di Korea dalam ajang Diaspora I di Los Angeles, Amerika.

Dr. Andy juga memiliki kesempatan berjejaring secara global, yaitu saat dirinya menjadi Penyiar dan dipilih sebagai Direktur Radio PPI Dunia. Melalui kesempatan tersebut, Dr Andy memimpin 51 orang para penyiar dan staf Radio yang berasal lebih dari 20 negara di 5 benua, sehingga memiliki jejaring kepada para mahasiswa Indonesia di seluruh dunia. Aktif berbisnis selama di Korea, yaitu dengan memproduksi baju, souvenir, sweater, baseball jacket dan lainnya. Keahliannya berdagang sempat diasahnya kembali sebagai seorang professional yaitu sebagai Business Development Manager dan Material Expert di PT Vanadia Utama, Jakarta.

Saat menjadi mahasiswa, Dr Andy aktif di beragam kegiatan kemahasiswaan. Ia terpilih menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (BEM FTUI) berkesempatan memimpin lebih dari 3.000 mahasiswa Teknik UI lintas angkatan, jurusan dan back ground kultural. Setahun sebelumnya, Dr Andy juga terpilih menjadi Ketua Ikatan Mahasiswa Metalurgi dan Material FTUI, di mana pada saat memimpin, ia berhasil mewujudkan janji kampanyenya yaitu menyatukan Mahasiswa Metalurgi dan Material se-Indonesia dengan menginisiasi Perhimpunan Mahasiswa Metalurgi dan Material se-Indonesia (PM3I). PM3I sendiri hingga hari ini masih tetap eksis sejak tahun 2006, dan sekarang terdiri dari beragam kampus di Indonesia. Saat ini, Dr Andy memimpin Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di NTB. Melalui kerja keras dan peran besar dari para Pimpinan, Dosen dan Staf UTS yang dibangunnya, UTS yang di tahun 2016 memiliki peringkat 2995 dari 4000-an Universitas se-Indonesia, hari ini berhasil melompat ke 400 besar se-Indonesia (Top 10% University in Indonesia). UTS juga berhasil memberikan kesempatan ribuan mahasiswanya untuk berkuliah melalui program beasiswa bahkan mendatangkan para mahasiswa dari seluruh Indonesia. (JEN/SR)

Lihat Juga

PPDB Ditutup 1 Juli Tapi Belum Penuhi Kuota, Ini Kebijakan Dikbud Sumbawa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/7/2020) Pendaftaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP Tahun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *