126 BUMDes di Sumbawa Menjadi Penyalur Kredit Sahabat

oleh -31 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/9/2019)

”Pemetaan potensi BUMDes sangat penting bagi Pemerintah Daerah, dalam menyusun kebijakan-kebijakan yang terkait langsung dengan keberadaan BUMDes, karena kami sangat menyadari bahwa, mempertahankan kontinuitas berjalannya BUMDes, perlu kajian yang komprehensif,” ungkap Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah,  saat membuka secara resmi Seminar dan Pemetaan Bumdes se-Kabupaten Sumbawa, kerjasama Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, di Aula H. Madelau ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (18/9/2019).

Wabup juga memaparkan bahwa, dalam rangka mengembangkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mendirikan 157 BUMDes, dengan harapan dapat merangsang geliat perekonomian masyarakat desa. ”126 diantaranya merupakan BUMDes penyalur Kredit Sahabat (KRABAT), yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui dana APBD,” jelas Haji Mo—akrab Wabup disapa.

Wakil Bupati mengakui, tidak semua BUMDes menjalankan program tersebut secara amanah, namun hal itu tidak menyurutkan langkah Pemerintah Daerah. “Lebih baik kita melangkah, kemudian kita menemukan masalah lantas menyelesaikannya, ketimbang tidak pernah berbuat apa-apa karena takut mengadapi masalah,” ujarnya.

Di akhir Sambutan, Wabup berharap melalui pertemuan dan silaturrahim dengan BSM dan PT. Syncore, paparan dan kiat-kiat serta masukan dari narasumber, BUMDes mendapatkan suntikan wawasan dan semangat dalam mengoptimalkan perannya, bagi kemajuan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara Area Manager PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) Regional Bali-NTB, Sukma Dwi Priardi menyampaikan, bahwa suatu kebanggan bagi PT. BSM bisa bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa, melalui kegiatan seminar yang merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaannya. Dikatakan, keberadaan BSM di Kabupaten Sumbawa, dituntut memberikan kontribusi nyata untuk pemerintah, masyarakat sekitar dan lingkungan. BSM menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, tidak lepas dari support dan kepercayaan masyarakat Indonesia. “Hal itulah yang mendorong kami untuk melakukan imbal balik, dimana kantor BSM berada, kami dituntut memberikan kontribusi di daerah setempat,” paparnya.

Baca Juga  Gubernur: Kegiatan IKADI NTB, Arah untuk Menyelamatkan Diri

Terkait kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa, Sukma berharap, kontribusi BSM melalui CSR sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah, sehingga tidak saling tumpang tindih. “Pemetaan Bumdes ini, merupakan tahap awal CSR yang ingin kami berikan kepada Pemkab Sumbawa,” tutupnya.

Dalam laporannya, Kabag Ekonomi Setda Kab. Sumbawa, Irine Silviany, SP., MM. dalam laporannya mengatakan, kegiatan seminar dan pemetaan BUMDes dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana gambaran tata kelola dan tata cara pelaporan, sehingga tergambarnya kondisi Bumdes saat ini. Irine berharap, setelah dilaksanakannya seminar dan pemetaan, Bumdes mendapatkan inspirasi bagaimana

menetapkan tujuan dan sasaran strategisnya. “Seminar dihadiri BUMDes se-Kabupaten Sumbawa, berlangsung selama satu hari dengan nara sumber dari PT. Syncore, yang dibiayai oleh PT. Bank Syariah Mandiri sebagai bentuk CSR bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa,” punkas Irine. (SR)

iklan bapenda