Tinggi Perputaran Uang di Sumbawa pada Momen Sail Indonesia

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (18/9/2019)

Peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 mengakhiri kunjungannya di Kabupaten Sumbawa, Rabu, 18 September kemarin. Selama lima hari keberadaannya di Sumbawa, meninggalkan kesan positif terutama bagi para pelaku usaha. Sebab kunjungan tersebut berdampak signifikan terhadap perekonomian mereka. Para Yathcer dari berbagai negara ini memborong semua dagangan yang dijajakan UMKM di setiap destinasi wisata yang menjadi sasaran kunjungan. Seperti Pasar Potengan di Desa Pernek, Festival Tuwa Kawa di Desa Batu Dulang dan Desa Labuhan Jambu sebagai titik labuh.

DPRD

Ketua Pokdarwis Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh, Ahong Sahabuddin selaku pihak yang menggelar Festival Tuwa Kawa, Kamis (19/9) sangat bersyukur adanya kunjungan peserta Sail. Keterlibatan semua komponen masyarakat setempat baik peternak madu trigona, petani kemiri dan petani kopi tidak sia-sia. Karena saat itu, pemasukan yang diperoleh lebih dari biasanya. “Selain kopi yang kami sediakan di galeri, yang lebih merasakan dampak kunjungan itu adalah penjual kopi. Karena pemasukannya cukup bagus, tidak berbanding terbalik dengan pengeluaran. Estimasi pendapatan sampai dengan ngopi bisa mencapai 5 hingga 10 juta,” ungkapnya.

Selain meningkatkan perekonomian masyarakat, kunjungan peserta Sail ini memunculkan pegiat UMKM baru di wilayah setempat. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan Wonderful Sail to Indonesia di tahun-tahun mendatang. “Kami mohon diberi masukan agar kami dapat melakukan evaluasi. Karena kami mengharapkan dan menginginkan kegiatan ini kembali digelar,” pintanya.

Baca Juga  Pemerintah dan Rakyat KSB Deklarasikan Diri Basmi Kemiskinan

Kades Pernek, Saguni mengakui dampak positif kunjungan peserta Sail di Kabupaten Sumbawa terutama di desanya. Saat digelar Pasar Potengan, peredaran uang sangat tinggi. Semua produk yang dijajakan masyakat habis terjual. Permintaan pasar ternyata lebih tinggi dari ketersediaan produk. Perkiraan pendapatan masyarakat setelah kegiatan itu dikatakan naik 300% sampai 400% dari biasanya. “Biasanya hanya kisaran ratusan ribu saja, tapi hari itu luar biasa bisa mencapai jutaan rupiah, karena semuanya sudah habis,” ungkap Saguni.

Sementara Kabid Destinasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irfan menyampaikan, wisatawan lokal maupun mancanegara (peserta Sail) sangat mempengaruhi perputaran uang. Diperkirakan dapat mencapai belasan juta rupiah di setiap kunjungan destinasi wisata. “Secara ekonomi uang berputar selama kegiatan. Artinya kalau kedepannya lebih kita mantapkan lagi event itu, maka lebih besar lagi manfaatnya. Ini belum terhitung dari yang didapatkan masyarakat Desa Labuan Jambu sebagai titik labuh peserta Sail,” imbuhnya. (JEN/SR)

DPRD DPRD