Festival Teba Murin Ikhtiar Wujudkan Generasi Berbudaya dan Berkesenian

oleh -13 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/9/2019)

Kemeriahan di Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa terlihat pada Kamis (19/9/2019) kemarin. Sebab sore itu digelar Festival Teba Murin 2019 yang ditandai dengan Pawai Budaya. Event budaya ini dilaksanakan rutin setiap tahun, sebagai rangkaian Festival Pesona Moyo (FPM). Kegiatan yang disambut antusias masyarakat ini, dibuka secara resmi Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Dispopar Kabupaten Sumbawa, Camat Lenangguar, Anggota Forkopimca, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta para kepala desa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa menyatakan sangat mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan Festival Teba Murin ini, sebagai salah satu ikhtiar bersama dalam menggairahkan generasi muda untuk berkesenian dan berbudaya, mengasah daya cipta, rasa dan karsa, sekaligus menggeliatkan sektor pariwisata berbasis budaya di daerah ini. “Festival Teba Murin sebagai salah satu rangkaian kegiatan Festival Pesona Moyo 2019, memberikan gairah tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam ikhtiar mengembangkan dan memajukan pariwisata daerah,” ungkapnya.

Terlebih lanjut Wabup, Festival Pesona Moyo telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata RI sebagai satu dari 100 Wonderful Events di Indonesia. 100 Wonderful Events ini merupakan 100 atraksi wisata terbaik yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tentu ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumbawa, sebab untuk masuk dalam 100 Wonderful Events tersebut, harus melewati serangkaian proses seleksi yang cukup ketat. Wabup menilai kegiatan Festival Teba Murin ini juga sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk melestarikan budaya dan tradisi daerah, di tengah derasnya arus globalisasi. “Kita menyadari begitu pentingnya kebudayaan dalam memperkokoh identitas kita sebagai Tau Samawa, karena realitas dan berbagai fenomena dewasa ini, menunjukkan bahwa krisis identitas telah menyebabkan sebagian besar generasi muda mudah mengekor kepada budaya asing, menyebabkan kita kehilangan martabat dan kharisma sebagai masyarakat yang beradab. Kita seakan-akan telah kehilangan keunikan dan nilai-nilai kearifan lokal,” tukasnya.

Baca Juga  Parah !! Malam ini 17 Warga Sumbawa Positif Covid, Sebagian Klaster "Pernikahan"

Haji Mo berharap penyelenggaraan event ini bisa benar-benar menjadi milik masyarakat, sehingga timbul kecintaan terhadap seni dan budaya Samawa, yang pada akhirnya memberi dampak positif bagi peningkatan karakter masyarakat Sumbawa dalam rangka mendukung pembangunan daerah. Sehingga seluruh komponen masyarakat Sumbawa khususnya di Kecamatan Lenangguar semakin peduli terhadap tata nilai dan seni-budaya Samawa. Kultur atau budaya masyarakat dalam segala segi harus tetap dilestarikan. Dengan demikian, semangat saling beri, saling pendi, saling sakiki, saling satingi, ke saling satotang, dapat tertanam kuat dalam sanubari. Jika hal tersebut dapat terpatri, maka hal-hal yang merusak tatanan dan juga lingkungan, dapat dihindari secara bersama-sama.

Camat Lenangguar Drs. Abdul Arif melaporkan Festival Teba Murin menjadi salah satu destinasi wisata di daerah. Karena itu semua berkomitmen untuk mempromosikannya di tengah keterbatasan sarana prasarana. “Insyaa Allah kedepan teman teman Pokdarwis berusaha untuk melengkapinya sedikit demi sedikit sarana dan prasarananya. Mulai sekarang saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu bekerjasama dan bergotong royong sehingga kedepan Teba Murin banyak dikunjungi wisatawan lokal dan manca Negara. Alhamdulillah dengan adanya kegiatan Festival ini semakin banyak aktivitas perekonomian yang meningkat drastic dari semua pelaku usaha di Kecamatan Lenangguar,” pungkasnya. (SR)

iklan bapenda