Susun RKP Desa yang Benar, KOMPAK dan DPMD Gelar Bimtek

oleh -28 views

SUMBAWA BESAR, SR (19/9/2019)

Proses perencanaan pembanguan desa merupakan hal penting yang harus dilaksanakan oleh pemerintah desa setiap tahunnya. Proses ini harus melibatkan semua pemangku kepentingan di desa terkait. Agar semua proses perencanaAn di desa dapat berjalan baik, lancar dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumbawa dan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) melaksanakan Bimbingan Teknis Tim Kecamatan untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Kabupaten Sumbawa, Selasa (17/9) lalu. Bimtek yang berlangsung selama 2 hari (17-18 September) ini dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumbawa Varian Bintoro, S.Sos., M.Si. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai 3 BPKAD Kabupaten Sumbawa, dihadiri Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kab. Sumbawa Dr. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP sebagai narasumber, KOMPAK, Kepala Bagian Pemerintahan Setda serta dengan menghadirkan para fasilitator. Peserta pada bimtek ini adalah TA P3MD Sumbawa, PTPD Kecamatan Utan dan Plampang, Perwakilan Puskesmas, serta PTPD dan Pendamping Desa di lokasi prioritas Stunting dan Perwakilan LPA.

Dalam pengantarnya KVSC KOMPAK NTB M. Ridho Makruf, menyampaikan jika kegiatan ini merujuk pada Permendagri No. 114 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa dan Panduan Fasilitasi Penyusunan RKP Desa yang diterbitkan oleh DPMPD Dukcapil Provinsi NTB. Kegiatan ini menjadi penting karena beberapa hal. Di antaranya pada Juli–September, desa akan menyusun RKP Desa sehingga desa perlu dibimbing agar prosesnya berkualitas. DPMPD NTB didukung KOMPAK telah menyiapkan Panduan Fasilitasi Penyusunan RKP Desa. Harus dipastikan agar proses penyusunan RKP Desa berpedoman pada panduan tersebut. Pemkab Sumbawa menempatkan issue stunting sebagai program prioritas, dan hendaknya menjadi tanggung jawab bersama Pemda dan Pemdes dan Kemendesa telah mendesain program konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa. Prosesnya perlu terintegrasi dengan proses perencanaan desa.

Baca Juga  Pemda Sumbawa Santuni Pahlawan dan Janda Perang

Ditambahkannya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Tim kecamatan (PTPD, Pendamping Desa dan Petugas Puskesmas) tentang Penyusunan RKP Desa dan menyepakati rencana tindaklanjut terkait dengan fasilitasi kepada Pemerintah Desa dalam rangka penyusunan RKP Desa. Di akhir pengantar, Ia berharap Tim kecamatan (PTPD, Pendamping Desa dan Petugas Puskesmas) telah memahami dan terampil dalam memfasilitasi proses penyusunan RKP Desa dan telah tersedia rencana tindaklanjut terkait dengan fasilitasi kepada pemerintah desa dalam rangka penyusunan RKP Desa.

Pada kesempatan bimtek ini Kepala Dinas PMD Sumbawa Varian Bintoro, S.Sos., M.Si menekankan pentingnya proses perencanaan pembangunan desa yang berdasarkan data yang baik serta kebutuhan desa, sehingga mendapatkan masukan-masukan langsung dari tingkat kecamatan dan desa. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini tidak ada lagi kesan pemerintah kecamatan “terpisah” dengan pemerintahan desa. Dengan data yang baik ini permasalahan di desa dapat diselesaikan secara baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Varian juga menghimbau agar desa segera menindaklanjuti dengan membuat Peraturan Desa terkait dengan RPJM Desa dan RKP Desa yang merupakan persyaratan yang digunakan untuk penyaluran dana transfer baik yang bersumber dari dana ADD, DD maupun bagi hasil pajak dan restribusi daerah. “Agar tercapai tujuan yang menjadi harapan bersama, semua kita harus bersinergi,” pungkasnya. (SR)

iklan bapenda