Mangkir 3 Kali dan Jadi DPO, Kontraktor KUA Labangka Ditangkap Jaksa

oleh -12 views

SUMBAWA BARAT, SR (18/9/2019)

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumbawa meringkus Wakil Direktur CV. Samawa Talindo Resource selaku pelaksana proyek Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa, Rabu (18/9) petang sekitar pukul 18.30 Wita. Wakil Direktur berinisial JS ini ditangkap di rumahnya wilayah Kelurahan Telaga Bertong Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa yang dibantu Satreskrim Polres setempat. Saat itu juga tersangka langsung dibawa ke Mapolres Sumbawa Barat untuk diinterogasi lebih lanjut.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Iwan Setiawan, SH., M.Hum dalam jumpa pers menuturkan, bahwa JS ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Juli 2019 lalu. Untuk pemeriksaan sebagai tersangka, kejaksaan sudah melayngkan panggilan sebanyak tiga kali, namun selalu mangkir tanpa alasan yang jelas. Kejaksaan pun menetapkankan dalamn Daftar Pencarian Orang (DPO). Selanjutnya kejaksaan dibantu aparat kepolisian KSB melakukan penangkapan. “Alhamdulillah malam ini tersangka sudah ditangkap,” ujar Kajari Iwan Setiawan, seraya menyampaikan terima kasih kepada Polres Sumbawa Barat atas kerja samanya.

Terkait ancaman hukuman terhadap tersangka JS, kejaksaan menjeratnya dengan Pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi yang ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Untuk diketahui, pembangunan Balai Nikah KUA Kecamatan Labangka senilai Rp 1,2 Milyar dikerjakan CV. Samawa Talindo Resource sebagai pelaksana proyek tersebut. Namun di tengah proses pembangunan dan pekerjaan sudah mencapai 41 persen, pencairan dilakukan 100 persen. Diduga ada kerja sama atau permufakatan jahat yang dilakukan. Sebelumnya, kejaksaan melibatkan ahli bangunan untuk memeriksa kekuatan beton, dan ditemukan hanya hanya 125 K, sementara untuk peraturan dari Menteri PUPR, untuk bangunan 2 lantai minimal 225 K. Saat ini, Kejari Sumbawa bersama BPKP sedang melakukan pemeriksaan kerugian negara. Ia berharap waktu dekat didapatkan nilai kerugian negara. “Tidak menutup kemungkinan, ada tersangka baru, nanti akan kami lakukan pendalaman,” jelas Kajari. (JEN/SR)

 

iklan bapenda
Baca Juga  Lahan Perhutani Terbakar, Timgab Terjun Padamkan Api