NTB Bersatu Dalam Keberagaman

oleh -3 views

MATARAM, SR (4/9/2019)

Seminar Nasional dengan Tema “Persatuan dan Keberagaman Dalam Bingkai Pancasila Menuju Indonesia Baru” digelar di Ruang Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Rabu 4 September 2019. Hadir dalam kegiatan nasional tersebut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc, Dirintelkam Polda NTB Drs. Susilo Rahayu Irianto, Dandim 1606/Lobar Letkol Czi. Djoko Rahmanto, SE, Kepala Kesbangpol yang diwakili Lalu Norman Suzana, Romo dan Pendeta se-Kota Matatam. Selain itu Ketua dan pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PKMRI) Cabang Kota Mataram, Perwakilan PKMRI se-Indonesia, Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA), OKP Cipayung Plus, Ormas, BEM Universitas se-Kota Mataram, tokoh pemuda, tokoh agama, dan pelajar se-Kota Mataram.

Saat membuka kegiatan tersebut, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menilai kegiatan itu sangat luar biasa, karena bisa membangun komunikasi yang lebih harmonis atara para aktivis PKMRI dengan OKP, Ormas, para mahasiswa dan siswa. Menurut Gubernur, pendidikan yang baik adalah bagaimana para mahasiswanya dapat bergabung dalam sebuah organisasi kemudian menjadi seorang aktivis. Tetapi aktivis yang nantinya akan membangun dan memberikan kontribusi yang terbaik untuk Bangsa Indonesia. “Secara pribadi saya memberikan aplus kepada para panitia PKMRI Kota Mataram yang telah memiliki inisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ucapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Sefrianus Utus melaporkan bahwa NTB ditunjuk sebagai tuan rumah Region 3 untuk menggelar kegiatan ini. Pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Polda NTB yang telah memberikan support dalam terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional ini. “Semoga apa yang menjadi tujuan diselenggarakannya kegiatan ini dapat tercapai,” harapnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Blusukan di Kota Seoul

Sementara Ketua Presidium PKMRI Kota Mataram Adolfus Aku menyampaikan selamat datang bagi perwakilan PMKRI se-Indonesia di Kota Mataram. “Kami atas nama PKMRI khsusnya di Kota Mataram mendukung keutuhan NKRI, dan Ideologi Bangsa, Ideologi Bangsa tidak boleh diganti oleh siapapun, karena NKRI dan Pancasila tetap di hati PKMRI. Kami mengajak kita semua yang hadir termasuk mahasiswa dan para pelajar untuk tetap menjunjung NKRI dan Pancasila sebagai ideologi bangsa,” cetusnya.

Alumni PKMRI Cabang Mataram, Yustinus menyampaikan harapan ke depannya para pemuda untuk terus menjaga keutuhan NKRI. “Kunci utama adalah persatuan untuk Indonesia baru, karena itulah yang akan menjadikan kita bisa bersaing dengan negara lainnya terutama di Asia dan umumnya di dunia. Dengan menjaga keutuhan NKRI, secara tidak langsung kita akan membawa Bangsa Indonesia menjadi sebuah negara yang besar. Kami Umat Katholik dan Kristen, akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Dalam seminar itu Perwakilan Kesbangpol Lalu Norman Suzana mengatakan bahwa membahas persatuan dan kesatuan sangat kompleks dan berat. Mengelola  persatuan, kesatuan dan keberagaman, diibaratkan sebagai pelangi. Ada Suku Sasak, Jawa dan Papua, serta Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha. “Suka tidak suka keberagaman itu pasti ada sebagai contoh ketika merebut kemerdekaan melalui suku maka kita tidak bisa merebutnya akan tetapi ketika para suku bersatu maka kita bisa merebutnya. Bagaimana kita bisa merajuk persatuan dan kesatuan dari keberagaman itu, kondisi masyarakat kita sekarang ini bisa dirasakan rasa nasionalisme kita saat ini mulai lembek karena berkorban waktu saja pada saat ini masih kita mikir. Kerusuhan dimana mana akibat kerusuhan kecil yang menyebabkan kehilangan nyawa teman ataupun saudara,” bebernya.

Baca Juga  Gubernur NTB Apresiasi Kiprah Tim ACT

Komitmen pemerintah daerah untuk keberagaman agama, ungkapnya, dalam rangka kebebasan beribadah dengan mengedepankan toleransi. “Mari kita menegakkan 4 pilar Negara Indonesia karena berbeda tetap satu tujuan, jangan sampai terjangkit dengan kasus Papua karena kita di NTB ini aman dan damai. Jadi keluarga Papua jangan resah dan khawatir karena di NTB akan terjamin keamanannya,” tandasnya.

Dir Intelkam Polda NTB Kombes Pol Drs. Susilo Rahayu Irianto mengatakan untuk mencapai apa yang menjadi harapan, harus memahami tentang perbedaan serta kesatuan. Keberagaman dari ujung Indonesia barat sampai ujung Indonesia timur sangat penting bagi kemajuan bangsa karena dapat menjalin rasa kebersamaan sehingga mampu mempererat hubungan satu sama lain. Persatuan keberagaman bisa menumbuhkan toleransi antar suku dan ras, dan persatuan terjalin untuk saling tolong menolong sampai dengan rasa nasionalisme. Cara mewujudkan persatuan dan keberagaman yaitu mengajak untuk memiliki rasa persaudaraan dan kesatuan, menghindari sikap dan perilaku yang dapat menimbulkan konflik, tumbuhkan sikap saling memiliki, gotong royong serta menjunjung bahasa nasional sehingga cinta terhadap Bangsa Indonesia. Selain itu menerapkan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila. (SR)

 

iklan bapenda