Pembebasan Lahan Bendungan Kerekeh Tahun 2020

oleh -31 views
Kabag Pertanahan Sumbawa,. Khairuddin SE., M.Si

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAGIAN PERTANAHAN SETDA KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (4/9/2019)

Pembangunan Bendungan Kerekeh di Dusun Ai Ngelar, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa akan segera terwujud. Sebab saat ini Pemda Sumbawa melalui leading sektor terkait segera mengusulkan anggaran pembebasan lahan terdampak pembangunan bendungan tersebut. Selain itu akan digelar sosialisasi rencana pembangunan bendungan diawali pertemuan dengan berbagai pihak termasuk Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS—NT) I, di Aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (3/9).

Kepala Bagian (Kabag) Pertanahan Setda Sumbawa, Khairuddin SE., M.Si yang ditemui kemarin, mengakui telah diperintahkan Bupati untuk mempersiapkan segala hal terkait rencana pembangunan bendungan tersebut. Bahkan Bupati menyatakan akan turun langsung mensosialisasikan pembangunan bendungan ini kepada masyarakat terutama pemilik lhan terdampak. Bupati ingin rencana ini sukses sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. “Jadi pada pertemuan itu kami ingin mengetahui kerangka berfikir, bagaimana perkembangan izin-izin Bendungan Kerekeh apakah sudah tuntas atau belum,” ujarnya.

Pada pertemuan itu, ungkap Khairuddin, banyak hal yang terungkap. Di antaranya BWS berperan melakukan sosialisasi terkait rencana lokasi dan lainnya. Selain itu Feasibility Study (FS) sudah ada, dan Studi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) sedang dalam proses. “BWS tadi sudah mengekspos dampaknya, luas lahan yang bisa teririgasi, dan lainnya,” bebernya.

Baca Juga  Bertemu Doktor Zul, TGB Singgung Soal Kematian

Dari fakta yang terungkap dalam pertemuan, lanjut Khairuddin, Pemda Sumbawa mulai mempersiapkan rencana pembebasan lahan pada tahun 2020 mendatang kendati belum diketahui secara pasti besarnya anggaran pembebasan lahan yang dibutuhkan.

Untuk diketahui, luas lahan irigasi Bendungan Kerekeh sekitar 4.500 hektar, termasuk 60 hektar sawah, tegalan, dan kawasan yang terkena langsung dampaknya. Seperti halnya Bendungan Beringin Sila, mekanisme untuk Bendungan Kerekeh juga sama. Mulai dari perencanaan, persiapan, pembebasan lahan hingga mengurus urus lingkungan, dan izin IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan).  “Pembangunan Bendungan Kerekeh ini adalah PR besar yang sangat strategis untuk dituntaskan di Sumbawa. Kenapa strategis, karena manfaatnya sangat besar mulai dari pengendali banjir di Sumbawa, penyediaan air baku atau air bersih, penyediaan irigasi, serta pariwisata,” tandasnya. (SR)

iklan bapenda