Jangan Sebar Hoax, Jadilah Generasi yang Bermanfaat

oleh -3 views

MATARAM, SR (31/8/2019)

Kasubdit V Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Yusuf Tauziri SIK bersama Tim Bidhumas mengunjungi sekolah MAN 1 Mataram guna mensosialisasikan tentang dampak hukum bagi penyebar hoax. Selain para siswa yang mengikuti acara sosialisasi tersebut turut hadir Kepala MAN I Mataram, guru dan staf sekolah.

DPRD

Kompol Yusuf Tauziri mengatakan pelajar adalah tunas dan masa depan bangsa dan negara Indonesia.  Karena itu generasi penerus ini harus bermanfaat bagi bangsa dan negara, salah satunya dengan menciptakan situasi yang sejuk dan damai. Terlebih lagi pada era keterbukaan, dan pesatnya kemajuan teknologi informasi. Segala informasi dapat dengan cepat tersebar dan diterima masyarakat. Untuk itu Ia menghimbau para pelajar untuk cerdas menggunakan teknologi informasi terutama dalam bermedia social agar menghindari informasi yang belum jelas kebenarannya alias hoax maupun ujaran kebencian. “Cerdaslah dalam bermedia sosial sehingga adik-adik juga bisa berperan serta dalam menciptakan situasi yang sejuk di udara,” tuturnya.

Selain itu ia berpesan bahwa pelajar tingkat SMA merupakan calon-calon korban pidana sehingga perlu melakukan antisipasi. Apalagi saat ini marak kasus curanmor, para pelajar dapat melengkapi sepeda motor dengan kunci ganda guna meminimalisir aksi kejahatan tersebut.

Mantan Wkapolres Kota Bima yang akrab disapa Bang Yusta ini juga berharap kepada seluruh guru untuk berperan serta dalam memberikan edukasi yang baik kepada anak didiknya. Sehingga para penerus bangsa ini memiliki gambaran apa yang akan mereka lakukan kedepannya setelah lulus dari bangku SMA. Hindari kekerasan dalam mendidik, dan berikanlah contoh yang baik dengan hal yang mudah dicerna anak didik.

Baca Juga  Masih DPO, Upacara Pemecatan Anggota Tetap Jalan

Sementara Tim Bidhumas Polda NTB dipimpin Kasubbid Penmas Kompol Putu Suarbawa menyampaikan tentang definisi Hoax yang merupakan suatu berita atau pernyataan yang memiliki informasi tidak valid, berita palsu, berita bohong, dan menipu. Dalam Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik No. 11 Tahun 2018 yang diubah dengan Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Pasal 28 (1) menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. Juga dalam Pasal 45A (1) bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 Milyar. Karenanya Ia berharap para pelajar sebagai generasi muda potensial dapat berkontribusi dengan menjadi ‘polisi’ di media sosial. (SR)

DPRD DPRD