NTB Gemilang Lanjutkan Ikhtiar TGB yang Lebih Inovatif 

oleh -2 views
Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si (Anggota DPRD Provinsi NTB Terpilih) dan Astar Hadi (Sekretaris KPP Demokrat NTB)

MATARAM, SR (30/8/2019)

Penyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTB, HMS Kasdiono yang menyayangkan sikap Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc dan Wakilnya Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd yang tak melanjutkan program-program unggulan yang pernah dicetuskan Tuan Guru Bajang (TGB) dan dianggap tidak sejalan dengan tagline “Lanjutkan Ikhtiar TGB” sebagaimana didengungkan saat kampanye Pilkada 2018 lalu sebagaimana dilansir berbagai media massa, mendapat tanggapan sejumlah kalangan.

Sambirang Ahmadi S.Ag., M.Si—Anggota DPRD NTB terpilih dari PKS Dapil Sumbawa—KSB, berpendapat bahwa tagline “Lanjutkan Ikhtiar TGB” itu tidak boleh direduksi maknanya hanya sekedar copy paste program-program TGB. Jika itu yang terjadi, orang bisa menilai Zul-Rohmi yang menjadi pemimpin NTB tidak memiliki ide dan konsep sendiri, alias menjadi boneka atau di bawah bayang-bayang pemimpin sebelumnya. Justru pemimpin yang hebat menurut Sambirang, dilihat dari keunggulan diferensiatifnya. Pemimpin itu tidak hanya mampu mengadaptasikan programnya, tapi yang paling penting adalah melakukan improvisasi dan melahirkan inovasi-inovasi baru. “Visi besar pemimpin sebelumnya kan ‘”NTB Bersaing” (NTB Beriman dan Berdaya Saing). Ini yang secara substansial harus dilanjutkan, bukan programnya. Jadi program prioritas itu bisa saja berbeda. NTB Gemilang dan NTB Bersaing itu dua istilah yang tujuan dan maknanya sama, hanya prioritasnya saja yang sedikit berbeda. Bagi saya yang penting program itu tidak sekedar asal beda, tapi punya konsep perencanaan dan strategi pelaksanaan yang matang. Saya yakin apa yang menjadi prioritas program Zul-Rohmi sekarang sudah atas dasar bacaan terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat NTB saat ini dan akan datang,” jelas politisi yang dikenal cerdas dan santun ini.

Baca Juga  IKASUM Kaltim Siap Berkonstribusi untuk Sumbawa

Sambirang mencontohkan program pemberian beasiswa dan pengiriman putra-putri NTB melanjutkan study ke luar negeri, merupakan inovasi bidang pendidikan yang luar biasa. Inovasi ini dapat meningkatkan daya saing sumberdaya manusia (SDM), meskipun efeknya bersifat jangka panjang. Itu juga bisa dimaknai sebagai melanjutkan ikhtiar “NTB Bersaing”. Atau misalnya mengutip seperti penyampaikan Gubernur Zul dengan mengambil contoh tentang Pariwisata. Bahwa memajukan pariwisata tidak harus melulu dengan meningkatkan anggaran promosi pariwisata. Direct flight langsung dari Perth ke Lombok sudah instant impactnya meningkatkan jumlah wisatawan di NTB hampir 200 persen. “Demikian dengan Program Zero Waste ujung-ujungnya untuk pariwisata juga. Begitu juga membangun dermaga, pembangunan infrastruktur lainnya, juga terkoneksi untuk pembangunan pariwisata,” tandasnya.

Tanggapan serupa juga disampaikan Astar Hadi Sekretaris KPP Demokrat NTB. Dijelaskannya, frasa “Melanjutkan Ikhtiar TGB” tak serta merta menjelaskan kerja-kerja pemerintahan Zul-Rohmi di bawah pimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc, dengan kalimat yang sama. Tapi lebih kepada hadirnya hubungan dialektis yang menunjukkan sebuah komitmen bersama semua pihak, khususnya partai pengusung, untuk mengikhtiarkan keberlanjutan atas hal-hal yang baik di pemerintahan sebelumnya. Substansi kerja-kerja kerakyatan Bang Zul—akrab Gubernur disapa, tidak terletak pada frasa-frasa atau kata yang cenderung sloganistik. Lebih jauh, Gubernur berupaya mengejawantahkannya secara praktis prinsip-prinsip ikhtiar tersebut melalui sesuatu yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan infrastruktur sosial-budaya setelahnya. Sebagai contoh, program PIJAR di era TGB, tak otomatis hilang. Tapi ia mendapati dirinya dalam sebuah “kebaruan” yang termaktub dalam visi industrialisasi yang dicanangkan pemerintah.

Baca Juga  Gubernur NTB Mana Janjimu untuk Batu Lanteh

Tentu, Bang Zul tak ingin berhenti pada satu titik orbit. Itu artinya “kemandegan”, baik dalam logika agama maupun logika modern. Karena itu, melalui industrialisasi, konsep PIJAR mengalami pengembangan pada upaya mempersiapkan teknologi olahan untuk menjadikannya lebih produktif dan bernilai jual yang tinggi bagi kesejahteraan masyarakat ke depan. “Kita baru memulainya. Empat tahun ke depan akan kita lihat hasilnya. Insya Allah, signifikan bagi masyarakat NTB,” pungkasnya. (JEN/SR)

DPRD DPRD